1
Menempatkan Titik Lampu di Ruang Baca on Fri Aug 28, 2009 5:19 pm

TIDAK hanya membaca di layar komputer yang dapat menyebabkan mata lelah. Membaca buku atau majalahpun bisa membuat mata lelah. Lho mengapa bisa demikian? Penyebab utama adalah titik penyinaran yang tidak tepat.
Penyinaran buatan seperti lampu listrik menjadi alasan utama kenapa mata mudah lelah saat membaca. Terlebih peletakkan tiap titik lampu yang tidak memperhatikan fungsi dan desain ruang.
Dari keseluruhan interior, ruang kerja dan ruang baca harus menjadi perhatian utama. Kenapa? Karena di ruang ini kita sering menghabiskan waktu "bergaul" dengan buku, majalah, atau bacaan lainnya. Untuk itu memperhatikan titik lampu pada ruang ini menjadi penting. Penyinaran yang tepat membuat mata tidak mudah lelah, dan aktivitas membacapun nyaman.
Ada beberapa pemahaman yang keliru tentang titik lampu. Kekeliruan menyebabkan mata rusak secara berkala. Contoh, jika titik sinar ada di bagian belakang objek. Titik ini tidak baik, karena menimbulkan bayangan yang menutupi objek atau bidang buku. Penyinaran di bagian belakang bidang buku menyebabkan mata cepat lelah dan konsentrasi berkurang.
Lokasi titik lampu yang juga tidak disarankan adalah pada bagian depan. Sinar mengakibatkan refleksi. Akibatnya bisa terjadi sakit mata. Pun demikian dengan titik sinar yang ada di salah satu sisi bidang buku (samping), karena hanya satu titik di bagian samping, akan terdapat bayangan. Baik saat membaca atau menulis. Resiko mata minus bisa saja terjadi.
Kalau begitu, bagaimana yang ideal? Dengan menempatkan dua titik lampu pada tiap sisi bidang baca. Nah ini yang benar. Kenapa? Selain objek baca akan tampak jelas, juga tidak ada lagi bayangan. Matapun tidak mudah lelah.
Atau jika ingin memfokuskan aktivitas, misal hanya membaca, gunakan lampu baca berarmatur. Cahaya akan fokus ke objek, aktvitas membacapun nyaman.
Whery
Sumber : iDEA







