1
Empat "Palinggih" Terseret Longsor on Thu Feb 05, 2009 9:54 am
Bangli - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bangli sejak tiga hari terakhir, mengakibatkan bencana longsor. Selasa (3/2) lalu sekitar pukul 16.00 wita, sanggah berikut empat palinggih dan senderan sepanjang 20 meter milik I Nyoman Astawa, warga Banjar Kawan, Bangli terseret longsor.
I Nyoman Astawa saat ditemui di rumahnya di lingkungan Banjar Kawan, Rabu (4/2) kemarin, mengatakan sejak tiga hari lalu telah terlihat adanya penurunan tanah. Tanda-tandanya, penyengker sanggah mulai retak-retak. Dia dibantu keluarga sempat menyelamatkan bunga (palinggih bagian atas) sehingga luput dari longsor. "Sejak tiga hari lalu, tembok penyengker mulai retak," katanya.
Puncaknya, Rabu kemarin, senderan jebol dan menyeret 4 palinggih yakni palinggih surya (padma), palinggih rong siki (satu), palinggih pengayengan Ida Bhatara Dalem Pingit dan Pura Dalem Purwa, dan palinggih penunggun karang (sedahan due karang). "Akibat kejadian itu, saya menderita kerugian Rp 100 juta," katanya. Dia menambahkan telah dilakukan upaya pengamanan agar air tidak merembes ke senderan. "Sejak beberapa hari lalu, senderan kembali dipasangi rambat. Tanah di sini memang cukup labil karena struktur tanah berpasir," katanya.
Astawa mengharapkan Pemkab Bangli mampu meringankan beban yang dia tanggung akibat musibah itu. Namun sejauh ini, kata Astawa, belum ada petugas dari Pemkab Bangli turun untuk mengecek lokasi. "Belum ada petugas yang mendatangi kami," ucapnya.
Lokasi bangunan korban memang terletak di atas jurang di sebelah selatan Pura Dalem Pingit, Banjar Kawan. Panjang longsoran mencapai 20 meter dengan kedalaman 5 meter. Jurang tersebut berpotensi longsor karena di bawahnya terdapat kolam air sehingga bisa mengikis tanah di sekitarnya.
Pagar Lapangan Tembak Ambrol
Sementara itu, di Jembrana pagar pembatas lapangan tembak GOR Kresna Jvara ambrol hingga kurang lebih 25 meter. Diduga pagar yang terbuat dari batako tersebut tidak kuat menahan derasnya air yang mengalir dari atas lapangan tembak itu. Pengamatan Rabu kemarin, tembok pembatas setinggi dua meter itu ambrol ke sisi timur atau mengarah ke sungai. Menurut sejumlah warga, jebolnya tembok itu akibat hujan deras belum lama ini.
Lokasi ini memang jarang dipergunakan, tetapi berbatasan langsung dengan sungai. Selain itu, tembok sambungan juga terancam roboh dan nampak rapuh. Lapangan tembak tersebut berada di belakang GOR Kresna Jvara dan letaknya 15 meter di bawah GOR. Sehingga, air buangan dari GOR turun ke lapangan tersebut. Lapangan ini jarang digunakan semenjak Porda beberapa tahun lalu. Tak heran bila landasan di lapangan itu nampak tak terawat dan ditumbuhi rumput liar.
Kepala Dinas PULH Jembrana I Ketut Swijana Rabu kemarin, mengatakan ambrolnya tembok itu diakibatkan gerusan air sungai yang berada di bawah tembok tersebut. Katanya, pihak PU telah mengecek beberapa bangunan yang rawan ambrol akibat banjir. Termasuk saluran irigasi, bendungan, dan lapangan tembak tersebut. (kmb17/sur)
I Nyoman Astawa saat ditemui di rumahnya di lingkungan Banjar Kawan, Rabu (4/2) kemarin, mengatakan sejak tiga hari lalu telah terlihat adanya penurunan tanah. Tanda-tandanya, penyengker sanggah mulai retak-retak. Dia dibantu keluarga sempat menyelamatkan bunga (palinggih bagian atas) sehingga luput dari longsor. "Sejak tiga hari lalu, tembok penyengker mulai retak," katanya.
Puncaknya, Rabu kemarin, senderan jebol dan menyeret 4 palinggih yakni palinggih surya (padma), palinggih rong siki (satu), palinggih pengayengan Ida Bhatara Dalem Pingit dan Pura Dalem Purwa, dan palinggih penunggun karang (sedahan due karang). "Akibat kejadian itu, saya menderita kerugian Rp 100 juta," katanya. Dia menambahkan telah dilakukan upaya pengamanan agar air tidak merembes ke senderan. "Sejak beberapa hari lalu, senderan kembali dipasangi rambat. Tanah di sini memang cukup labil karena struktur tanah berpasir," katanya.
Astawa mengharapkan Pemkab Bangli mampu meringankan beban yang dia tanggung akibat musibah itu. Namun sejauh ini, kata Astawa, belum ada petugas dari Pemkab Bangli turun untuk mengecek lokasi. "Belum ada petugas yang mendatangi kami," ucapnya.
Lokasi bangunan korban memang terletak di atas jurang di sebelah selatan Pura Dalem Pingit, Banjar Kawan. Panjang longsoran mencapai 20 meter dengan kedalaman 5 meter. Jurang tersebut berpotensi longsor karena di bawahnya terdapat kolam air sehingga bisa mengikis tanah di sekitarnya.
Pagar Lapangan Tembak Ambrol
Sementara itu, di Jembrana pagar pembatas lapangan tembak GOR Kresna Jvara ambrol hingga kurang lebih 25 meter. Diduga pagar yang terbuat dari batako tersebut tidak kuat menahan derasnya air yang mengalir dari atas lapangan tembak itu. Pengamatan Rabu kemarin, tembok pembatas setinggi dua meter itu ambrol ke sisi timur atau mengarah ke sungai. Menurut sejumlah warga, jebolnya tembok itu akibat hujan deras belum lama ini.
Lokasi ini memang jarang dipergunakan, tetapi berbatasan langsung dengan sungai. Selain itu, tembok sambungan juga terancam roboh dan nampak rapuh. Lapangan tembak tersebut berada di belakang GOR Kresna Jvara dan letaknya 15 meter di bawah GOR. Sehingga, air buangan dari GOR turun ke lapangan tersebut. Lapangan ini jarang digunakan semenjak Porda beberapa tahun lalu. Tak heran bila landasan di lapangan itu nampak tak terawat dan ditumbuhi rumput liar.
Kepala Dinas PULH Jembrana I Ketut Swijana Rabu kemarin, mengatakan ambrolnya tembok itu diakibatkan gerusan air sungai yang berada di bawah tembok tersebut. Katanya, pihak PU telah mengecek beberapa bangunan yang rawan ambrol akibat banjir. Termasuk saluran irigasi, bendungan, dan lapangan tembak tersebut. (kmb17/sur)







