BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

Post new topic  Reply to topic

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Majikan dan Pembantu Disekap on Tue May 05, 2009 2:48 pm

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Kawanan perampok, Senin (4/5) siang kemarin, beraksi di rumah Prof. Dr. I Wayan Mertha Sutedja Mulyadininigrat Sip, S.H., Ded., Ph.D. di Jalan Kartini Gang IVA/4 Denpasar. Tiga perampok yang berbekal sejata tajam berupa celurit berhasil menguras harta korban.

Dua penghuni rumah yakni istri korban, Ida Ayu Ari Kusuma Wardani (67), dan pembantunya, Nyoman Kerti (35), disekap di salah satu kamar. Harta benda berupa perhiasan emas, jam tangan dan uang tunai berhasil dibawa kabur perampok.

Kejadiannya sekitar pukul 10.00 wita. 'Mereka berpura-pura mencari seorang mandor bernama Supri ke sini,' ujar sang pembantu, Kerti, ketika ditemui di TKP.

Awal perampokan ini terjadi ketika tiga orang (para pelaku perampokan) yang tidak dikenal datang ke TKP. Mereka masuk ke areal rumah dengan berpura-pura mencari mandor yang bernama Supri. Kedatangan ketiga pelaku diketahui kedua penghuni rumah yakni Wardani dan Kerti. 'Saya tidak curiga sedikit pun bahwa ketiga orang itu merupakan penjahat. Apalagi, mereka mengatakan mencari mandor yang bernama Supri,' aku Kerti.

Tidak ada kecurigaan akan terjadinya aksi perampokan lantaran lantai dua rumah korban sedang tahap renovasi. Dengan demikian, banyak buruh yang bekerja di rumah korban. Dalam benak Wardani dan Kerti, ketiga pelaku memang benar-benar mencari Supri. Ternyata, hal itu dilakukan kawanan perampok hanya sebagai kedok supaya bisa mengelabui korban. Mereka pun sempat dibuatkan kopi. 'Saya diminta untuk membuatkan kopi oleh majikan saya,' tutur Kerti yang mengaku sudah tujuh tahun bekerja sebagai PRT di rumah korban.

Kerti pun menyugukan kopi kepada tiga pelaku tersebut. Usai membuat kopi, Kerti mengambil pasir yang akan digunakan untuk menimbun kotoran anjing yang berserakan. Nah, begitu kembali, dia kaget bukan main. Sebab, ketiga pelaku tiba-tiba tidak ada di teras. Tak berselang lama, Kerti dipanggil salah satu pelaku. Pelaku itu mengatakan bahwa Kerti dipanggil majikannya. 'Saya menurut saja dan menghampiri majikan saya,' jelasnya.

Begitu Kerti masuk dan membelakangi pelaku, tiba-tiba leher Kerti diancam dengan celurit. Ketika itulah dirinya sadar bahwa ketiga pelaku tersebut adalah penjahat. Nyawa Kerti pun dalam bahaya dan ia tidak bisa berbuat banyak. Kerti lalu dimasukkan ke sebuah kamar yang biasanya dihuni pasangan suami-istri (Merta Sutedja dan Wardani - red). 'Saya dimasukkan ke kamar bapak. Ibu juga sudah ada di sana dalam kondisi tangan diikat. Selanjutnya, kaki dan tangan saya juga diikat dengan tali plastik. Mulut saya juga dibekap lakban,' ceritanya.

Begitu kedua korban dilumpuhkan, para pelaku mulai menjalankan aksinya dengan menjarah harta korban. Tercatat, 10 cincin emas, jam tangan dan uang tunai Rp 250 ribu, berhasil dibawa kabur. Begitu mengantongi barang-barang tersebut, kawanan rampok langsung minggat dari TKP.

Kapolsek Denbar AKP I.B. Mantra ketika dimintai konfirmasinya membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, pihaknya masih menyelidiki kasusnya dan para kawanan rampok kini diburu polisi. (kmb21)*BP

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Post new topic  Reply to topic

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum