1
Teroris Itu Hanya Minta Pulsa on Mon Sep 07, 2009 10:37 am
Lazimnya, ancaman teror disertai tuntutan yang nilainya besar. Namun yang dialami oleh Slamet Riadi, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari PPP, tuntutannya sepele. Pengancam hanya minta ponselnya diisi pulsa.
“Hai, nama kamu Slamet Riadi ya. Jangan bohong, kalau bohong, aku sekarang ada di rumah lho. Isi’in aku pulsa. Kalau tidak diisi, kamu akan mati malam ini. Aku sekarang ada disekitar rumah lho, kalau tidak diisi keluarga lho juga akan mati”. Demikian bunyi ancaman yang diterima Slamet lewat pesan singkat di ponselnya.
Mendapat ancaman tersebut, Slamet berupaya menghubungi nomor ponsel peneror, tetapi tak diangkat. “Saya akhirnya melapor ke polsek dan polres, termasuk mengadu ke Ketua DPC PPP Habib Mahdi,” ujarnya. Ancaman itu diterima Slamet dua hari lalu. “Saya ini, tidak punya musuh, meskipun saya baru saja bersaing dengan puluhan orang pada pemilu legislatif lalu,” katanya.
Secara terpisah, Ketua DPC PPP Habib Mahdi, yang juga anggota DPRD Jawa Timur ini, ketika dikonfirmasi membenarkan soal ancaman teror yang dialami anggotanya. “Kami mendesak kepolisian, segera mengusut pelaku SMS teror tersebut supaya jelas, apakah motif di balik aksi teror tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Sunardi Riyono mengaku bahwa pihaknya serius menindaklanjuti laporan tersebut. Dugaan sementara, jika dilihat dari isi SMS-nya, polisi menduga bahwa motif pelaku hanya iseng dan bergurau. “Atau bisa jadi dia bekas pendukung, yang minta diisikan pulsa, dengan menggunakan cara bergurau yang berlebihan,” tandasnya. (st4)
Sumber : Surya
“Hai, nama kamu Slamet Riadi ya. Jangan bohong, kalau bohong, aku sekarang ada di rumah lho. Isi’in aku pulsa. Kalau tidak diisi, kamu akan mati malam ini. Aku sekarang ada disekitar rumah lho, kalau tidak diisi keluarga lho juga akan mati”. Demikian bunyi ancaman yang diterima Slamet lewat pesan singkat di ponselnya.
Mendapat ancaman tersebut, Slamet berupaya menghubungi nomor ponsel peneror, tetapi tak diangkat. “Saya akhirnya melapor ke polsek dan polres, termasuk mengadu ke Ketua DPC PPP Habib Mahdi,” ujarnya. Ancaman itu diterima Slamet dua hari lalu. “Saya ini, tidak punya musuh, meskipun saya baru saja bersaing dengan puluhan orang pada pemilu legislatif lalu,” katanya.
Secara terpisah, Ketua DPC PPP Habib Mahdi, yang juga anggota DPRD Jawa Timur ini, ketika dikonfirmasi membenarkan soal ancaman teror yang dialami anggotanya. “Kami mendesak kepolisian, segera mengusut pelaku SMS teror tersebut supaya jelas, apakah motif di balik aksi teror tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Sunardi Riyono mengaku bahwa pihaknya serius menindaklanjuti laporan tersebut. Dugaan sementara, jika dilihat dari isi SMS-nya, polisi menduga bahwa motif pelaku hanya iseng dan bergurau. “Atau bisa jadi dia bekas pendukung, yang minta diisikan pulsa, dengan menggunakan cara bergurau yang berlebihan,” tandasnya. (st4)
Sumber : Surya







