BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

Post new topic  Reply to topic

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Jackson Meninggal karena Dosis Berlebihan on Wed Aug 26, 2009 10:36 am

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Penyebab kematian Raja Musik Pop Michael Jackson dipastikan akibat konsumsi beragam obat penenang dan obat anestesi pada waktu bersamaan dan dalam dosis yang tinggi. Demikian hasil dari bedah otopsi tim forensik.

Kini kasus kematian Jackson berubah menjadi kasus pembunuhan. Tim forensik Los Angeles, Senin (24/Cool, menemukan kadar obat anestesi propofol dalam dosis tinggi bersama dengan paling tidak dua obat penenang lain di dalam tubuh Jackson.

Campuran obat-obatan itu menyebabkan Jackson meninggal. Menurut pengakuan dokter pribadi Jackson, Conrad Murray, kepada tim penyelidik, ia sebenarnya berusaha mengurangi konsumsi obat penenang untuk Jackson sedikit demi sedikit dengan memberikan dosis rendah.

Meski tim forensik menyimpulkan Jackson meninggal gara-gara dosis tinggi, tidak berarti Murray sengaja membunuh Jackson. Namun yang jelas, Murray akan dijerat tuduhan pembunuhan. Dalam pernyataan tertulis, Murray mengaku memberi Jackson propofol dosis 50 miligram tiap malam selama enam pekan karena Jackson kesulitan tidur.

Murray khawatir Jackson mulai ketagihan dengan propofol (Diprovan). Dengan alasan itulah Murray berusaha mengurangi sedikit demi sedikit dosis propofol. Pada 22 Juni lalu Murray mengaku mengurangi dosis propofol hingga 25 miligram. Pada waktu yang sama ia memberikan dua obat penenang lain, yakni lorazepam dan midazolam.

Ketagihan propofol

Hari berikutnya Murray memberikan dua obat penenang, tetapi tanpa propofol. Jackson akhirnya bisa tidur. Akan tetapi, malam-malam selanjutnya Jackson kembali sulit tidur meski telah mengonsumsi lorazepam, midazolam, dan valium.

Karena susah tidur, Jackson selalu minta ”susu”. Ini adalah nama propofol bagi Jackson karena warnanya putih susu. Propofol seharusnya digunakan untuk membius pasien dan anestesi sebelum menjalani operasi.

”Jackson masih belum bisa tidur sampai kira-kira pukul 20.40. Murray lantas memberikan 25 miligram propofol setelah Jackson berkali-kali minta diberikan propofol. Jackson tak bisa tidur tanpa propofol,” sebut laporan pernyataan dari Murray.

Dalam pengakuannya juga terungkap, Murray masih mengamati kondisi Jackson sampai ia terlelap tidur. Kemudian Murray keluar dari kamar Jackson karena harus ke kamar mandi. Ketika Murray kembali ke kamar tidur Jackson, sekitar dua menit kemudian Jackson sudah tidak bernapas.

Murray langsung berusaha membangunkan Jackson. Jackson dinyatakan meninggal pukul 02.00 pagi, 25 Juni. Pengacara Murray, Edward Chernoff, mempertanyakan kronologi kejadian. Edward curiga kronologi itu hanya ”teori polisi”. Selama ini Murray tak pernah mengaku menemukan Jackson sudah tidak bernapas pada pukul 23.00.

Direktur Khusus Divisi San Diego Sistem Pengendalian Racun California Lee Cantrell menambahkan, 25 miligram propofol itu sebenarnya bukan penyebab utama kematian Jackson. Penyebabnya justru serangkaian campuran obat-obatan penenang dan anestesi lainnya yang dikenal sebagai benzodiazepines.(REUTERS/AFP/AP/LUK)

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Post new topic  Reply to topic

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum