1
Pelaku Serangan Mumbai Itu Mengaku Bersalah on Tue Jul 21, 2009 10:59 am
Mohammed Ajmal Kasab (21), warga negara Pakistan, mengaku bersalah. Dalam pengadilan di Mumbai, India, Senin (20/7), satu-satunya anggota kelompok bersenjata penyerang Mumbai yang selamat itu mengaku bersalah. Pengakuannya itu dinilai mengejutkan karena sebelumnya ia berulang kali mengaku dirinya tidak bersalah. ”Saya mengaku bersalah,” kata Kasab sebelum menuturkan operasi penyerangannya di Mumbai selama 60 jam dan perjalanannya dari Pakistan bersama dengan sembilan rekannya.
Menurut penuturan Kasab, ia dan rekannya, Abu Ismail, menembaki komuter di stasiun kereta Chhatrapati Shivaji Terminal dengan senjata AK-47. Keduanya juga melemparkan granat ke arah kerumunan orang itu sehingga menewaskan 52 orang dan melukai 109 orang. Keduanya kemudian berlari meninggalkan stasiun sambil menembakkan senjatanya ke segala arah. Korban kembali berjatuhan, termasuk Kepala Satuan Anti-Terorisme Mumbai Hemant Karkare. Total terdapat 166 korban yang tewas akibat serangannya itu.
Kasab juga mengaku bersalah telah meledakkan sebuah taksi dengan 8 kilogram bom dan membunuh sopir taksinya. ”Iya, saya yang menembaki semuanya dan Abu yang melemparkan granat-granat tangan. Saya tembak polisi-polisi itu meski tidak ada tembakan dari arah polisi,” kata Kasab.
Korban merasa lega
Korban-korban yang terluka dalam serangan teror di Mumbai dan keluarga korban yang tewas merasa lega dengan pengakuan Kasab. ”Ayah saya adalah sahabat terbaik saya. Seluruh hidup saya berubah karena tiba-tiba ada yang merenggut ayah saya,” kata Diyya Salaskar (21), putri seorang polisi Mumbai.
”Hidup kami hancur. Suami saya meninggal di tempat,” kata Zaenat Bai (55), yang suaminya tewas tertembak di Chhatrapati Shivaji Terminal ketika hendak bepergian bersama keponakannya. Hingga kini luka parah akibat tembakan yang dialami keponakannya belum juga sembuh. (REUTERS/AFP/AP/LUK)
Menurut penuturan Kasab, ia dan rekannya, Abu Ismail, menembaki komuter di stasiun kereta Chhatrapati Shivaji Terminal dengan senjata AK-47. Keduanya juga melemparkan granat ke arah kerumunan orang itu sehingga menewaskan 52 orang dan melukai 109 orang. Keduanya kemudian berlari meninggalkan stasiun sambil menembakkan senjatanya ke segala arah. Korban kembali berjatuhan, termasuk Kepala Satuan Anti-Terorisme Mumbai Hemant Karkare. Total terdapat 166 korban yang tewas akibat serangannya itu.
Kasab juga mengaku bersalah telah meledakkan sebuah taksi dengan 8 kilogram bom dan membunuh sopir taksinya. ”Iya, saya yang menembaki semuanya dan Abu yang melemparkan granat-granat tangan. Saya tembak polisi-polisi itu meski tidak ada tembakan dari arah polisi,” kata Kasab.
Korban merasa lega
Korban-korban yang terluka dalam serangan teror di Mumbai dan keluarga korban yang tewas merasa lega dengan pengakuan Kasab. ”Ayah saya adalah sahabat terbaik saya. Seluruh hidup saya berubah karena tiba-tiba ada yang merenggut ayah saya,” kata Diyya Salaskar (21), putri seorang polisi Mumbai.
”Hidup kami hancur. Suami saya meninggal di tempat,” kata Zaenat Bai (55), yang suaminya tewas tertembak di Chhatrapati Shivaji Terminal ketika hendak bepergian bersama keponakannya. Hingga kini luka parah akibat tembakan yang dialami keponakannya belum juga sembuh. (REUTERS/AFP/AP/LUK)








