1
Sebulan Pasca Jacko Tutup Mata : Penyebab Kematiannya Belum Diketahui on Sat Jul 25, 2009 3:22 pm
Penyebab pasti kematian Michael Jackson belum juga diketahui. Bahkan keberadaan mayatnya menjadi sebuah misteri, termasuk nasib estate dan anak-anaknya tak menentu hingga teori-teori konspirasi pun bermunculan.
Hampir sebulan setelah Michael Jackson pingsan dan akhirnya meninggal di rumah sewaannya di Los Angeles, 25 Juni lalu, kisah akhir nan tragis King of Pop berlanjut hingga menimbulkan semakin banyak pertanyaan daripada jawaban.
Dalam penyelidikan lanjutan, pemerintah mungkin memutihkan penyebab kematian superstar pada usianya ke-50 dan di saat bersamaan agen federal bersama polisi Kamis lalu menggerebek kantor milik dr. Conrad Murray (dokter yang menangani Jackson sebelum ia mengembuskan napas terakhir) di Houston.
Pengacara Murray yang telah dua kali diwawancara oleh pihak kepolisian mengatakan para detektif menjalankan surat perintah untuk mencari bukti-bukti "pembunuhan". Hal tersebut mengindikasikan jika kematian Jackson sekarang ditangani sebagai kasus kriminal.
Murray disewa Jackson pada Mei untuk membantunya dalam persiapan konser melelahkan. Ia menjadi subjek spekulasi banyak orang karena ialah yang terakhir kali melihat sang bintang hidup. Namun tim pengacara Murray (51) mengatakan ahli cardiology ini tak bersalah atas tindak kriminal apa pun.
"Berdasar dari semua penjelasan dr. Murray mengenai hari-hari terakhir Michael Jackson, ia seharusnya tak menjadi target tuntutan kriminal," papar jaksa Ed Chernoff dalam pernyataannya, Rabu lalu.
Tim penyelidik memfokuskan perhatian atas peranan sedatif kuat Diprivan, yang ditemukan di kediaman Jackson setelah ia meninggal. Ahli obat mengatakan obat tersebut digunakan di RS untuk menghilangkan kesadaran pasien sebelum operasi besar dilakukan. Obat ini harus diberikan oleh ahli bius dan seharusnya tak boleh digunakan untuk konsumsi pribadi.
Apakah Diprivan ada dalam tubuh Jackson pada momen kematiannya belum terungkap. Tim penyelidik dari Los Angeles Couty Coroner menyatakan masih menunggu pengujian racun dilakukan 26 Juni. Pengumuman penyebab kematian juga diulur menunggu hasil yang ada.
Sejak kematian Jackson, musik-musiknya dipasaran kembali meroket. Album solonya melesat hingga mencapai penjualan 2,3 juta. Pewaris estat yakni anak-anaknya -- Prince Michael (12), Paris (11) dan Prince Michael II (7) -- berada dalam perawatan Kahterine Jackson (ibu Jacko) yang ditunjuk sebagai pengasuh seperti tercantum dalam wasiat. (ton/afp)
Hampir sebulan setelah Michael Jackson pingsan dan akhirnya meninggal di rumah sewaannya di Los Angeles, 25 Juni lalu, kisah akhir nan tragis King of Pop berlanjut hingga menimbulkan semakin banyak pertanyaan daripada jawaban.
Dalam penyelidikan lanjutan, pemerintah mungkin memutihkan penyebab kematian superstar pada usianya ke-50 dan di saat bersamaan agen federal bersama polisi Kamis lalu menggerebek kantor milik dr. Conrad Murray (dokter yang menangani Jackson sebelum ia mengembuskan napas terakhir) di Houston.
Pengacara Murray yang telah dua kali diwawancara oleh pihak kepolisian mengatakan para detektif menjalankan surat perintah untuk mencari bukti-bukti "pembunuhan". Hal tersebut mengindikasikan jika kematian Jackson sekarang ditangani sebagai kasus kriminal.
Murray disewa Jackson pada Mei untuk membantunya dalam persiapan konser melelahkan. Ia menjadi subjek spekulasi banyak orang karena ialah yang terakhir kali melihat sang bintang hidup. Namun tim pengacara Murray (51) mengatakan ahli cardiology ini tak bersalah atas tindak kriminal apa pun.
"Berdasar dari semua penjelasan dr. Murray mengenai hari-hari terakhir Michael Jackson, ia seharusnya tak menjadi target tuntutan kriminal," papar jaksa Ed Chernoff dalam pernyataannya, Rabu lalu.
Tim penyelidik memfokuskan perhatian atas peranan sedatif kuat Diprivan, yang ditemukan di kediaman Jackson setelah ia meninggal. Ahli obat mengatakan obat tersebut digunakan di RS untuk menghilangkan kesadaran pasien sebelum operasi besar dilakukan. Obat ini harus diberikan oleh ahli bius dan seharusnya tak boleh digunakan untuk konsumsi pribadi.
Apakah Diprivan ada dalam tubuh Jackson pada momen kematiannya belum terungkap. Tim penyelidik dari Los Angeles Couty Coroner menyatakan masih menunggu pengujian racun dilakukan 26 Juni. Pengumuman penyebab kematian juga diulur menunggu hasil yang ada.
Sejak kematian Jackson, musik-musiknya dipasaran kembali meroket. Album solonya melesat hingga mencapai penjualan 2,3 juta. Pewaris estat yakni anak-anaknya -- Prince Michael (12), Paris (11) dan Prince Michael II (7) -- berada dalam perawatan Kahterine Jackson (ibu Jacko) yang ditunjuk sebagai pengasuh seperti tercantum dalam wasiat. (ton/afp)







