BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

Post new topic  Reply to topic

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Arya Bima: Pemilu Kehilangan "Greget" on Mon May 18, 2009 5:32 pm

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Pelaksanaan Pemilu 2009 dinilai hambar dan
kehilangan greget-nya karena partai politik gagal mencetak kader-kader
handal dan berkharisma.

Proses reformasi yang telah berjalan
10 tahun seharusnya merupakan waktu yang cukup bagi parpol untuk
mempersiapkan kadernya menjadi calon-calon legislator berkualitas yang
mampu menyuarakan rakyat ketimbang kepentingan sendiri.

Beragam
sikap terhadap pelaksanaan Pemilu 2009 yang dibayangi oleh kekhawatiran
sikap masyarakat menjadi golput atau memilih berpartisipasi menurut
pendapat pengamat politik dari Universitas Paramadina, Dr Arya Bima
Sugiarto, hal itu merupakan kebebasan yang dilindungi Undang-Undang.

Bagaimana
pandangannya tentang golput dan pesta demokrasi? Berikut petikan
wawancara Zita Meirina dari ANTARA News dengan Dr Arya yang juga
menjabat sebagai Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia.


Bagaimana anda melihat optimisme masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu?

Dalam
beberapa waktu, masyarakat dihadapkan oleh beberapa kali pemilu. Dengan
kenyatan seperti ini ada kemungkinan para pemilih merasa jenuh. Di satu
sisi, berlangsungnya proses pemilu yang telah kesekian kali terjadi dan
selalu mengalami kegagalan karena pemilu kembali memunculkan
figur-figur lama yang terbukti gagal sejatinya telah memberikan isyarat
bahwa tak akan ada perubahan berarti yang bisa dilakukan. Perubahan
yang ada hanyalah struktur dan pemain di pemerintahan. Sedangkan,
sistem yang telah rusak dan korup ini tetap menjadi acuan. Namun di
sisi lain, tidak menutup kemungkinan pula untuk munculnya harapan baru
dari tokoh-tokoh baru dan terlihat adanya optimisme masyarakat terhadap
pemilu untuk dijadikan harapan atas perubahan yang mendasar. Apalagi
fenomena Obama dan diskursus pemimpin muda menimbulkan ekspektasi yang
besar akan perubahan.


Bagaimana anda melihat Pemilu 2009 bila dibandingkan pemilu sebelumnya?

Pemilu
2009 ini akan jauh lebih dinamis dibandingkan dengan Pemilu 2004.
Karena untuk pertama kali di dunia sebuah pemilu diikuti puluhan partai
dengan belasan ribu caleg dengan mekanisme pemilihan yang rumit dan
unik. Namun, keunikan dan dinamika yang terjadi pada Pemilu 2009 tidak
diimbangi dengan kesiapan partai untuk memoles diri sehingga mampu
menarik simpati masyarakat. Permasalahan itu, muncul ketika parpol
mencalonkan kader karbitan dan hanya mengutamakan kepentingan sesaat.
Akhirnya rakyat hanya disodorkan oleh pilihan-pilihan yang tidak
memiliki kredibilitas dari calon-calon yang muncul. Parpol cenderung
melakukan pengkaderan secara instan atau bahkan tidak melakukannya sama
sekali. Kepentingan jangka pendek menjadi tujuan, mengapa mereka
mengikuti pemilu. Kepentingan kelompok dan konstituen mampu menggeser
akal sehat mereka yang seharusnya mengutamakan kepentingan rakyat
banyak.


Bagaimana secara konkret anda menilai lemahnya soal pengkaderan caleg oleh partai?

Saat
ini politikus partai yang memiliki kemampuan seperti Akbar Tandjung
atau Harmoko sulit ditemukan di antara 12 ribu caleg yang
berlomba-lomba ingin melamar menjadi anggota legislatif sebab motivasi
utamanya untuk mencari penghasilan bukan menyejahterakan rakyat.
Padahal sejak reformasi yang telah berlangsung 10 tahun seharusnya
partai politik mampu membenahi diri secara lebih matang apalagi
partai-partai incumbent.

Partai politik juga telah
gagal membangun jaringan dan mobilisasi yang dilakukan tidak maksimal
sebab masing-masing caleg melakukan promosi ke dalam untuk kepentingan
pribadi ketimbang kepentingan partai. Promosi untuk pribadi dilakukan
setelah adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang penetapan
caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak sehingga masing-masing caleg
sibuk dengan urusannya sendiri dan pekerjaan penggalangan suara dan
promosi kampanye diserahkan ke pihak ketiga yang sepenuhnya tidak
memahami jiwa partai. Pemilu 2009 meski jauh lebih dinamis tetapi masih
diwarnai dengan kondisi kesiapan KPU sebagai penyelenggara pemilu yang
lemah dibandingkan 2004 sehingga bisa memicu potensi konflik sangat
besar dalam tahapan-tahapan pemilu.


Bagaimana kemungkinan meningkatnya pilihan golput dalam pemilu?

Golput
pada Pemilu 2004 mencapai 16-17 persen dan pada pada Pemilu 2009
diprediksi akan meningkat karena dua kecenderungan, yakni; golput
administratif dan golput idelogis. Golput secara administrasi akan naik
karena kekacauan dalam daftar pemilih tetap yang indikatornya kita
lihat berdasarkan trend pilkada yang lalu yakni dimana di beberapa
daerah yang pendataan pemilihnya kacau maka golputnya naik.

Golput
ideologis, adalah orang-orang yang karena bingung saja dan karena
ketidakpercayaan meningkat seperti sebuah ormas Islam yang sudah
mengkampanyekan kepada massanya untuk golput serta banyak kalangan
menengah perkotaan karena bingung kemudian menjadi golput.


Berapa besar perkiraan peningkatan golput pada Pemilu 2009?


Ada
yang memprediksi secara ekstrim antara 40-50 persen tetapi saya
memperkirakan sekitar 30 persen. Hal ini dipengaruhi oleh realita
kampanye yang tidak memberikan greget, kandidat-kandidat alternatif
tidak tampil, model-model kampanye tidak unik dan tidak kreatif dan
parpol gagal untuk membuat kampanye terbuka mereka menjadi moment
strategis utk pencitraan dan memobilisasi massa dan menarik undecided voter.

Berdasarkan survei, orang-orang yang belum memutuskan utk memilih jumlahnya bisa mencapai 40 persen. Undecided voter
ini sesungguhnya bisa dijangkau melalui kampanye terbuka lewat opini
publik, ketika kampanye terbuka gagal menyampaikan misinya maka
kelompok ini menjadi semakin binggung.


Pandangan anda tentang pilihan golput?

Menjadi
golput dijamin menurut konstitusi yang merupakan ekspresi politik dan
bila terjadi peningkatan golput yang besar, maka ini bisa menjadi
tamparan besar bagi para elit politik. Tetapi persoalannya apakah elit
politik merasa tertampar ketika golputnya tinggi? Tidak juga. Karena
itu, lebih baik kita berikan legitimasi kepada pemerintah dan memilih the best among the worst saja. apakah kita akan melakukan sesuatu dengan kita bersikap golput, sebab terpenting adalah partisipasi politik beyond election.
Partisipasi politik bukan hanya saat mencentang saja, setelah itu lima
tahun ke depan apakah kita mampu mengawal pemerintahan dan mengkiritisi
pemerintahan? Ini penting.


Bagaimana tentang peluang dari pemilih pemula dalam Pemilu 2009?

Pemilih
pemula jumlahnya besar mencapai 20 persen. Namun justru mereka yang
diperkirakan paling sulit untuk digiring ke bilik suara sebab cenderung
lebih kritis dan apatis. Tetapi yang menarik dari trend survei
menyebutkan pemilih pemula ini justru menjatuhkan pilihannya ke salah
satu partai incumbent yang tengah memimpin dan partai baru yang juga menjadi raising stars, dan mampu menarik minat pemilih pemula.


Prediksi anda tentang peluang pemenang Pemilu 2009?

Kalau
melihat kecenderungan pemilih dari trend survei, maka partai yang
memimpin sekarang masih akan masuk dalam tiga besar bahkan diprediksi
berpeluang besar memenangkan pertarungan. Jika kemenangan ini terjadi
maka akan terjadi dinamika politik yang panas sebab pemenang tersebut
akan dihadang dengan oleh kekuatan-kekuatan oposisi yang signifikan di
parlemen temasuk dari partai-partai baru yang masuk kategori raising stars akan bergabung ke blok oposisi .


Dampak terhadap pemulihan ekonomi Indonesia?

Perbaikan
ekonomi memerlukan aksi dari pemerintah baru yang cepat didukung
kerjasama harmonis antara parlemen dan eksekutif. Kalau keduanya
mengalami deadlock karena tidak bisa bekerjasama, maka
dijamin pemulihan ekonomi juga terganggu. Sikap politik kita harus
demokratis dan harus ada representasi yang baik. Pemerintahan harus
berjalan dan parlemen harus mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah
yang pro rakyat. Yang dikhawatirkan bila parlemen dikuasai oposisi maka
ada dikotomi yang mengganggu harmonisasi yang dibutuhkan dalam
pemulihan ekonomi. (*AN)

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Post new topic  Reply to topic

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum