BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Indonesia Butuh Pemimpin Bervisi Tajam on Thu Aug 06, 2009 9:16 am

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Kelumpuhan demokrasi dan tidak tegaknya keadilan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia dalam tenggang waktu lama. terutama, disebabkan kegagalan kita menampilkan kepemimpinan nasional dan lokal, yang memiliki visi dan gagasan yang tajam tentang demokrasi dan keadilan. "Ada tokoh semisal Bung Hatta dan pengikutnya seperti Sutan Sjahrir, M Natsir, I J Kasimo dan Sjafruddin Prawiranegara yang punya visi dan gagasan yang jelas tentang demokrasi dan keadilan, tetapi semuanya 'tergeletak dan tersungkur' oleh hantaman neo-feodalisme dan sistem politik otoritarian, dua musuh peradaban politik kita yang harus dilenyapkan, tetapi tidak selalu mudah karena terkait dengan kultur," kata mantan Ketua Umum Muhammadiyah Buya Ahmad Syafi'i Maarif, dalam acara Gelar Budaya "Peradilan Bersih Dalam Budaya Serba Boleh" di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta, Rabu (5/Cool malam.

Berdasarkan kajian yang telah dilakukannya, Syafi'i menilai, persoalan demokrasi dan keadilan dalam perspektif sejarah modern Indonesia adalah dua sisi mata uang yang sama dan tidak dapat dipisahkan. Selain itu keadilan, menurutnya, merupakan prinsip kemanusiaan universal, sehingga ia harus menjadi tulang punggung dalam tatanan demokratis. "Namun faktanya sosok keadilan itu masih jauh dari kehidupan kita. Bangsa ini masih dilanda ketidakpastian hukum. Padahal, keadilan terkait erat dengan kepastian hukum itu. Tidak hanya pencoleng dan penggarong kelas teri yang dijebloskan ke dalam jeruji besi, tapi kelas kakap tidak boleh lepas dari jerat hukum," ujarnya.

Lebih lanjut Syafi'i mengatakan, kepastian dan keadilan hukum selalu dipertaruhkan, dan ironisnya sering benar dikorbankan, ketika budaya permisif (serba boleh atau aji mumpung) menggusur budaya keadaban yang menjunjung tinggi penegakkan hukum dan prinsip kesetaraan di depan hukum. "Eksistensi peradilan bersih dalam sistem hukum negara demokrasi bukanlah sebuah pilihan, tetapi sebuah kemutlakan. Pada kenyataannya, sampai detik ini tidak terhitung banyaknya para pencari keadilan yang umumnya rakyat jelata yang masih harus mengelus dada menyaksikan para hamba hukum, polisi, jaksa, hakim, mengkhianati bahkan merampok keadilan," demikian Syafi'i Maarif.

RDI

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum