1
Sulit Pacu Pertumbuhan Bila Infrastruktur Ketinggalan on Tue May 05, 2009 2:38 pm
Bali bisa terhambat memacu pertumbuhan ekonominya bila fasilitas infrastrukturnya minim dan ketinggalan. Untuk itu, ke depan pemerintah mesti memprioritaskan penambahan fasilitas pendukung kegiatan dunia usaha agar produksi bisa meningkat dan lancar.
Menurut pengamat ekonomi yang juga Dekan FE Unud Prof. Dr. W. Ramantha, Senin (4/5) kemarin, ketersediaan infrastruktur yang memadai sangat diperlukan di Bali. Apalagi daerah ini sangat tergantung pada sektor pariwisata yang sudah tentu harus didukung fasilitas yang memadai. Bahkan, sektor pertanian yang juga menjadi salah satu andalan sangat memerlukan dukungan infrastruktur agar bisa meningkatkan kotribusinya.
Sebab dengan infrastruktur yang memadai akan mampu memberi dampak positif dalam memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. 'Kelancaran infrastruktur akan sangat mendukung kegiatan sektor produksi, jasa hingga pemasarannya,' jelasnya. Bila kondisi ini terwujud, akan memberi dampak yang positif karena kegiatan bisa lebih efisien yang akhirnya akan mampu meningkatkan daya saing produk.
Ditanya ketersediaan infrastruktur di Bali, menurut Prof. Ramantha mengingat kegiatan ekonomi terus bergerak dan dinamis, maka perlu ada terobosan-terobosan bukan saja dari sisi kuantitas tetapi juga kualitas. 'Pariwisata kan bukan sebatas keamanan dan kelancaran juga kenyamanan,' jelasnya. Artinya kalau mau meningkatkan nilai tambah dari sektor ini pembenahan bukan fisiknya saja, juga perlu perbaikan non-fisiknya.
Hal senada juga dilontarkan Ketua Apindo Bali Panudiana Kuhn yang melihat pentingnya ketersediaan infrastruktur dalam sebuah pembangunan ekonomi. Ia bahkan menekankan agar pemerintah lebih banyak lagi membangun infrastruktur untuk mendukung kegiatan dunia usaha. Sebab kalau fasilitasnya memadai dan lancar, dunia usaha juga lebih lancar dan cepat pertumbuhannya.
Demikian pula untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian, menurut Ramantha, masih banyak yang perlu dilakukan. Selain penyediaan sarana produksi dan kelancaran proses produksinya, penyediaan teknologi pascapanen sangat memegang peranan penting. Sebab kelemahan dalam menangani panen ini akan bisa berakibat fatal dengan tingkat kerugian yang cukup tinggi.
Pengamat pertanian Prof. W. Suparta mengatakan tingkat kehilangan hasil saat pascapanen bisa menimbulkan kerugian yang cukup besar, sampai 30 persen. Karena itu penanganan pascapanen ini perlu dilakukan secara tepat. (031)*BP
Menurut pengamat ekonomi yang juga Dekan FE Unud Prof. Dr. W. Ramantha, Senin (4/5) kemarin, ketersediaan infrastruktur yang memadai sangat diperlukan di Bali. Apalagi daerah ini sangat tergantung pada sektor pariwisata yang sudah tentu harus didukung fasilitas yang memadai. Bahkan, sektor pertanian yang juga menjadi salah satu andalan sangat memerlukan dukungan infrastruktur agar bisa meningkatkan kotribusinya.
Sebab dengan infrastruktur yang memadai akan mampu memberi dampak positif dalam memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. 'Kelancaran infrastruktur akan sangat mendukung kegiatan sektor produksi, jasa hingga pemasarannya,' jelasnya. Bila kondisi ini terwujud, akan memberi dampak yang positif karena kegiatan bisa lebih efisien yang akhirnya akan mampu meningkatkan daya saing produk.
Ditanya ketersediaan infrastruktur di Bali, menurut Prof. Ramantha mengingat kegiatan ekonomi terus bergerak dan dinamis, maka perlu ada terobosan-terobosan bukan saja dari sisi kuantitas tetapi juga kualitas. 'Pariwisata kan bukan sebatas keamanan dan kelancaran juga kenyamanan,' jelasnya. Artinya kalau mau meningkatkan nilai tambah dari sektor ini pembenahan bukan fisiknya saja, juga perlu perbaikan non-fisiknya.
Hal senada juga dilontarkan Ketua Apindo Bali Panudiana Kuhn yang melihat pentingnya ketersediaan infrastruktur dalam sebuah pembangunan ekonomi. Ia bahkan menekankan agar pemerintah lebih banyak lagi membangun infrastruktur untuk mendukung kegiatan dunia usaha. Sebab kalau fasilitasnya memadai dan lancar, dunia usaha juga lebih lancar dan cepat pertumbuhannya.
Demikian pula untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian, menurut Ramantha, masih banyak yang perlu dilakukan. Selain penyediaan sarana produksi dan kelancaran proses produksinya, penyediaan teknologi pascapanen sangat memegang peranan penting. Sebab kelemahan dalam menangani panen ini akan bisa berakibat fatal dengan tingkat kerugian yang cukup tinggi.
Pengamat pertanian Prof. W. Suparta mengatakan tingkat kehilangan hasil saat pascapanen bisa menimbulkan kerugian yang cukup besar, sampai 30 persen. Karena itu penanganan pascapanen ini perlu dilakukan secara tepat. (031)*BP







