BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

Post new topic  Reply to topic

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Tubuh Berlemak, Mengapa Takut? on Tue Jun 30, 2009 3:58 pm

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Judul : The Fit or Fat Man
Diet Sehat untuk Tampil Langsing dan Cantik)
Penulis : Covert Bailey dan Lea Bishop
Tebal : 216 halaman
Penerbit : Rumpun


SIAPA yang tak tergiur dengan tubuh langsing? Setiap wanita pasti menginginkan. Maka, ketika lemak mulai menggelabir pada tubuh, paniklah para wanita. Ada yang diet rendah lemak hingga menahan lapar hanya untuk mengejar tubuh langsing. Parahnya, majalah-majalah wanita atau pun bintang-bintang iklan tampil langsing dan cantik. Lantas, menjadi gemuk serasa masuk ke dalam neraka.

Banyak yang percaya mitos bahwa "keindahan tubuh" itu identik dengan model-model yang dipakai majalah Playboy, kurus tapi seksi. Kecantikan memang penting. Apalagi wanita akan dinilai berdasarkan penampilan mereka. Akan tetapi, bagaimana dengan penampilan abadi? Bagaimana dengan kualitas hubungan yang bertahan lama? Coba perhatikan, banyak wanita cantik yang tidak bertahan lama dalam hubungan mereka. Dari semua kasus putus hubungan -- cerai atau diputus pacar, jarang yang dikarenakan wajah jelek. Gagal tidaknya suatu hubungan lebih dikarenakan kualitas diri. Jadi, mengapa para wanita merisaukan penampilan?

Buku "The Fit or Fat Woman" karya Covert Bailey dan Lea Bishop ini mengajak orang untuk merenungkan makna langsing dan kegunaan lemak untuk tubuh. Terus terang, wanita mana yang tidak panik ketika tubuhnya makin melar? Memang sulit membahas tentang kegemukan wanita. Sebagian besar pria menjadi gemuk karena makan terlalu banyak, sedangkan wanita yang makan sedikit pun akan tetap mengalami kegemukan. Alasannya, hormon pria menjadi kepadatan otot dan rendahnya tingkat lemak, sedangkan hormon wanita cenderung melakukan yang sebaliknya.

Penulis buku ini lebih lanjut menjelaskan, sebelum masa pubertas, perbedaan antara pria dan wanita tidak terlalu kelihatan. Anak pria dan perempuan aktif pada masa pubertas rata-rata mempunyai 15% lemak tubuh. Namun ketika hormon mulai berkembang, lemak wanita menanjak hingga 22%. Sebaliknya, produksi testosteron pada pria, lemaknya justru menurun hingga 10%.

Metabolisme tubuh wanita cenderung mengubah kalori menjadi lemak, sedangkan pria cenderung lebih banyak melakukan pembakaran kalori. Berat badan bisa bertambah tanpa ada peningkatan asupan kalori. Dalam penelitian penulis didapatkan bahwa peningkatan berat badan terjadi bersamaan dengan hormon, bahkan jika wanita mengurangi asupan kalori dan meningkatkan porsi olah raga secara bersamaan.

Dengan Olahraga

Ya, kalau sudah kodratnya berlemak banyak, lantas mengapa wanita masih resah? Selanjutnya, penulis buku ini menasihatkan agar tidak melakukan tindakan-tindakan "penyiksaan" diri agar langsing, misalnya melaparkan diri, sauna, makan obat penghilang rasa lapar ataupun memakan makanan diet berharga mahal. Penjelasan ini belum memuaskan karena bagaimana pun wanita tetap tidak ingin kelihatan gembrot di hadapan khalayak. Tenang, masih ada jalan, yaitu dengan berolahraga. Akan tetapi, ternyata olahraga yang asal-asal tidak akan mengurangi lemak. Bahkan dalam olahraga yang berat sekalipun, lemak tetap bertahan dalam tubuh.

Lantas, olahraga seperti apa yang dapat mengurangi lemak? Jawabannya bukan sekadar pengurangan lemak, tetapi tubuh yang bugar. Itulah sebabnya buku ini menyarankan agar wanita melatih otot. Olahraga akan menyebabkan pengurangan lemak, membuat kulit, mata dan kepribadian bersinar dari dalam. Itulah dahsyatnya olahraga.

Ada tiga pendekatan yang digunakan untuk mengendalikan lemak yakni (1) latihan aerobik untuk meningkatkan tubuh membakar lemak, (2) diet seimbang untuk menyingkirkan gejala lemak berlebihan dan (3) angkat besi atau body building untuk mengembangkan otot pembakar lemak dan membentuk kontur tubuh. Bagi pemula atau tidak terbiasa berolahraga, disarankan untuk melakukan latihan selama 13 atau 14 menit per hari. Saat tubuh leih bugar, sesi latihan yang lebih lama akan memberikan hasil yang lebih baik.

Buku ini memang cukup menarik untuk dibaca, apalagi dilengkapi dengan berbagai penelitian yang berkaitan dengan masalah diet tapi bugar itu. Sebab, selama ini banyak metode diet yang membahayakan tubuh. Sayangnya, contoh-contoh makanan yang digunakan dalam buku ini cukup mahal dan agak sulit didapatkan di Indonesia. Selain soal makanan, masih banyak pembahasan lainnya yang berkaitan dengan kebugaran wanita. Cukup menarik dan menantang untuk dipraktikkan. Dengan membaca buku ini, setidaknya orang -- terutama wanita -- paham, bahwa lemak tidak selamanya buruk.


* asti musman

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Post new topic  Reply to topic

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum