BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

Post new topic  Reply to topic

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Seminar Tumpek Wariga on Fri Feb 20, 2009 11:16 am

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Parah, Alih Fungsi Lahan Pertanian di Perkotaan

Denpasar - Sabtu (21/2) besok masyarakat di Bali akan merayakan Tumpek Wariga yang sering disebut Tumpek Uduh. Perayaan Tumpek Wariga sangat strategis untuk merevitalisasi pertanian di tengah derasnya alih fungsi lahan produktif di perkotaan. Alih fungsi lahan ini sudah sangat parah, bahkan 50 tahun ke depan daerah perkotaan akan dipenuhi beton bertulang.

Demikian terungkap dalam seminar sehari bertajuk 'Revitalisasi Nilai Tumpek Wariga dalam Pengembangan Sektor Pertanian Perkotaan' yang terselenggara kerja sama BisnisBali dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura dan Aspartan Catur Muka Denpasar, Kamis (19/2) kemarin di Wantilan Museum Bali.

Seminar yang dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai D. Mantra yang diwakili Asisten Pembangunan IGN Eddy Mulia, S.E., M.Si., dihadiri Kadis Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura Ir. Ambara Putra dan jajarannya, wakil DPRD Kota Denpasar dan lebih 150 peserta dari kalangan petani, kelompok tani, KTNA dan subak se-Denpasar.

Rai Mantra mengajak masyarakat agar mempertebal keluhuran nilai yang terkandung dalam Tumpek Wariga ini. 'Ini artinya kita harus menjaga pertanian sekaligus menjaga lingkungan. 'Lingkungan lestari berarti masyarakat ikut lestari dan sejahtera,' katanya.

Dalam kesempatan tersebut, tiga pemakalah di antaranya membawakan 'Filosofi Tumpek Uduh dalam Penyelamatan Pertanian di Perkotaan' oleh budayawan sekaligus Ketua PHDI Bali Dr. Drs. IGN Sudiana, M.Si. 'Membangun Sektor Pertanian di Perkotaan' oleh Prof. Wayan Windia (perguruan tinggi) dan 'Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Ancaman terhadap Kelestarian Subak di Daerah Perkotaan' oleh Prof. I Nyoman Budiana (tokoh masyarakat Denpasar).

Ketiga pemakalah menyoroti kikisan alih fungsi lahan di perkotaan. Bahkan, ada lembaga yang menyebutkan dalam kurun waktu lima puluh tahun lagi lahan di Denpasar akan habis dilibas tiang beton. Itu artinya ancaman bahaya bagi Denpasar, apabila tidak mulai sekarang mampu merumuskan dan membuatkan aturan jelas tentang keseimbangan lahan terbangun dan lahan tak terbangun (hijau kota).

Sudiana menyebutkan dalam kurun waktu 50 sampai 60 tahun lagi Denpasar akan menjadi tulang beton, sedangkan Windia menyoroti alih fungsi di Kota Denpasar cukup tinggi. Per tahunnya diperkirakan alih fungsi seluas 75 hektar atau 10 persen dari alih fungsi daerah Bali sebanyak 750 hektar per tahunnya. (*B\kmb)

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Post new topic  Reply to topic

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum