1
Sistem Pengairan Zaman Majapahit Lebih Baik on Thu Aug 06, 2009 9:03 am
Percepatan kemajuan zaman yang terlihat dari pertumbuhan teknologi terutama sistem teknologi pengairan justru tidak mampu menahan laju banjir yang setiap tahun kerap melanda pulau Jawa, khususnya Jakarta.
"Sebagai contoh jebolnya tanggul Situ Gintung yang menunjukkan masyarakat modern tidak mampu menjaga sistem pengairan mereka sendiri," tegas Junus Satrio Admojo, anggota Dewan Pembina Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB), saat peresmian yayasan tersebut di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (5/
.
Keadaan pengairan sekarang, paparnya, berbeda dengan pada masa kerajaan Sriwijaya, Melayu, dan Majapahit sebelum kedatangan Belanda ke Indonesia. "Berabad-abad lalu telah menggunakan teknologi sanitasi secara efektif dalam pengelolaan lingkungan," ujarnya.
Teknologi tersebut, lanjut Junus, terlihat dari bagaimana mereka telah mampu merancang dan membuat kanal-kanal sebagai prasarana untuk transportasi, pertahanan, keagamaan, pertanian, dan pengelolaan banjir.
Untuk itu, tambahnya, sistem pengairan, tata kelola air, serta teknologi pengairan masa lalu perlu kembali dipelajari. "Bukan keunggulan semata, namun lebih kepada aspek keselarasan dan keseimbangan sistem budaya antara manusia dan lingkunganya," tutur Junus. *Antara
"Sebagai contoh jebolnya tanggul Situ Gintung yang menunjukkan masyarakat modern tidak mampu menjaga sistem pengairan mereka sendiri," tegas Junus Satrio Admojo, anggota Dewan Pembina Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB), saat peresmian yayasan tersebut di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (5/
Keadaan pengairan sekarang, paparnya, berbeda dengan pada masa kerajaan Sriwijaya, Melayu, dan Majapahit sebelum kedatangan Belanda ke Indonesia. "Berabad-abad lalu telah menggunakan teknologi sanitasi secara efektif dalam pengelolaan lingkungan," ujarnya.
Teknologi tersebut, lanjut Junus, terlihat dari bagaimana mereka telah mampu merancang dan membuat kanal-kanal sebagai prasarana untuk transportasi, pertahanan, keagamaan, pertanian, dan pengelolaan banjir.
Untuk itu, tambahnya, sistem pengairan, tata kelola air, serta teknologi pengairan masa lalu perlu kembali dipelajari. "Bukan keunggulan semata, namun lebih kepada aspek keselarasan dan keseimbangan sistem budaya antara manusia dan lingkunganya," tutur Junus. *Antara








