BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

Post new topic  Reply to topic

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA


Sebuah film bertajuk "Drag Me to Hell" segera diputar di bioskop di
Denpasar. Film bertema horor ini dibintangi Alison Lohman, Justin Long,
Lorna Raver, dan David Paymer.

Film ini berkisah tentang seorang petugas bagian peminjaman di sebuah
bank, Christine (Alison Lohman) yang tak punya banyak pilihan saat
seorang wanita tua bernama Mrs. Ganush (Lorna Raver) datang meminta
perpanjangan pinjaman. Christine harus segera membuat keputusan meski
ia tak tahu konsekuensi dari keputusannya itu.

Bermaksud ingin menyenangkan Mr. Jacks (David Paymer), atasannya,
Christine pun lantas menolak permintaan Mrs. Ganush dan memutuskan
wanita tua ini harus segera keluar dari rumah yang ditinggalinya saat
ini. Christine sebenarnya tak tega tapi ia harus segera membuat
keputusan. Sialnya, keputusan yang ia buat justru tak menguntungkan
buat dirinya sendiri.

Mrs. Ganush yang merasa putus asa kemudian mengutuk Christine menjadi
penghuni neraka selamanya. Christine tak terlalu mengkhawatirkan
kutukan wanita tua itu, setidaknya sampai ia mulai dihantui
makhluk-makhluk menakutkan yang ternyata memang bermaksud menyeret
Christine masuk ke dalam neraka abadi.

Jarang ada sebuah film horor yang mampu memikat para kritikus film yang
biasanya sangat cerewet soal akting, logika dan lain sebagainya.
Anehnya, film ini justru mendapat banyak pujian saat diputar dalam
acara "Cannes Film Festival". Sebuah pencapaian yang jarang terjadi
pada film horor.

Buat para penggemar film horor, film ini jelas disambut dengan tangan
terbuka. Di awal karirnya, sutradara Sam Raimi memang terkenal sebagai
sutradara film horor. Dalam catatan, dua film klasik -- "The Evil Dead"
dan "Army of Darkness", adalah hasil karya Sam Raimi. Setelah itu Raimi
mulai beralih ke genre mainstream dan sukses menggarap tetralogi
"Spider Man".

Seperti juga pada dua film horornya terdahulu, Raimi masih tetap
menggunakan formula legenda sihir, kejutan dan tentu saja humor yang
diramu dengan pas untuk menghadirkan sebuah tontonan yang benar-benar
menghibur. Memang kalau dibandingkan dengan dua film tersebut, "Drag Me
to Hell" terasa lebih "menakutkan".

Berharap mendapat suguhan cerita yang rumit atau akting yang memukau
seperti pada film-film drama adalah hal yang mustahil. Film ini tidak
dibuat untuk itu. Akting para pemeran film ini sebenarnya tak terlalu
buruk selama orang tak membandingkannya dengan film yang lebih berat
seperti "The Others" misalnya. (roc/tin) *BP

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Post new topic  Reply to topic

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum