BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Vampir Berseteru, Manusia Super Berkumpul

Dua film bertema unik, masing-masing berjudul "Underworld: Rise of The Lycans" dan "Push" segera akan "menyerbu" bioskop di Denpasar. Kedua film ini kini sedang memasuki masa putar midnight show di Denpasar.

Film "Underworld: Rise of The Lycans" bertutur tentang kelahiran Lucian, werewolf pertama yang mampu berubah wujud menjadi manusia yang nantinya disebut sebagai Lycan. Viktor, raja dari para vampir, memutuskan untuk tidak membunuhnya dan menjadikan Lucian sebagai bibit unggul guna menghasilkan lebih banyak lagi golongan mahluk sejenisnya. Lucian yang telah dewasa pun terus menerus menjadi budak untuk dimanfaatkan oleh Viktor.

Sonja, anak perempuan dari Viktor, suatu ketika diserang kawanan Lycan liar di hutan. Ia berhasil selamat, namun ia menyalahkan kejadian itu pada Lucian yang merupakan budak pandai besi untuk pedang yang ia gunakan. Sonja bersikap ketus pada Lucian agar ia dapat menyembunyikan hubungan khususnya dengan Lucian di hadapan yang lainnya. Pada malam harinya, Lucian dan Sonja pun diam-diam bertemu.

Lalu Lucian menyampaikan keinginannya untuk lari dari kekuasaan Viktor. Lucian telah membuat sebuah kunci yang dapat membuka rantai di lehernya yang telah membelenggunya dari perubahan wujud. Meski awalnya menolak keinginan Lucian, akhirnya Sonja pun menyetujui. Tanpa disadari, seorang kaki tangan kepercayaan Viktor, Tannis, tanpa sengaja melihat mereka sedang berdua. Bagaimanakah kelanjutan, ikuti saja kerena penuh dengan ketegangan.

Bisa dibilang, film "Underworld" kali ini merupakan sebuah prekuel dari kisah yang terjadi di kedua film terdahulunya. Jika film sebelumnya lebih memfokuskan ceritanya pada perseteruan yang terjadi di antara kedua kubu Vampires dan Lycans beserta dengan titik berat pada karakter Selene dan Michael, film kali ini lebih ingin menjawab pertanyaan para penikmatnya mengenai bagaimana awal dari perseteruan itu.

Jadi, tidak sekadar banyak bercerita, film ini masih tetap diwarnai dengan deretan adegan action-nya. Hanya saja, kali ini lebih terasa klasik. Hal ini bisa dimaklumi karena setting zaman yang ditetapkan lebih memberikan nuansa medieval atau pertengahan. Jadi jangan heran jika film ini agak lebih berbeda dibandingkan dengan pendahulunya. Yang cukup seru, nuansa kolosal dari perseteruan Lycans dan Vampires dapat dilihat di film kali ini.

Film ini disutradarai Patrick Tatopoulos, penulis skenario Len Wiseman dan Danny McBride, serta dibintangi Rhona Mitra Bill Nighy dan Michael Sheen.

Bukan Baru

Lantas, bagaimana dengan film "Push"? Jika pernah menonton film "Fire Starter", Anda pasti tak ingin melewati film "Push" yang menampilkan pemain Chris Evans dan aktris muda Dakota Fanning ini.

Sebagaimana diketahui, setiap film tentang manusia super selalu menarik untuk disaksikan. Nah, di "Push" ini ceritanya masih berkutat tentang agensi pemerintah Amerika yang bertugas untuk mengumpulkan orang-orang "berbakat" -- punya keampuan memindahkan barang atau telekinetik, melukis masa depan, menghapus memori, hingga melacak keberadaan orang hanya dengan mengendus sebuah benda.

Tergabung dalam The Division, tidak semua anggotanya sejalan dengan pemerintah. Hal itu terbukti dengan tewasnya ayah Nick Gant (Chris Evans) yang membelot. Rupanya, ayah Nick harus mati karena anggota The Division tidak boleh mengundurkan diri. Rasa takut dan tak ingin terlacak, Nick memutuskan untuk tinggal di Hongkong.

Diam-diam, The Division melakukan uji coba berbahaya pada para anggotanya yang memiliki kekuatan super. Tak seorang pun berhasil hidup dari ujicoba tersebut, kecuali Kira (Camilla Belle), yang punya kekuatan untuk mempengaruhi pikiran orang lain.

Kembali ke Nick. Tiba-tiba datang Cassie Holmes (Dakota Fanning) yang mampu melihat masa depan. Cassie berusaha meyakinkan Nick bahwa mereka berdua harus menyelamatkan Kira yang memegang kunci keselamatan bagi orang-orang yang memiliki "bakat" seperti mereka berdua. Sayang, rencana itu tak semudah dijalankan. Agen Henry Carver (Djimon Hounsou) dari The Division, yang tak lain pembunuh ayah Nick, tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Bagaimana akhir ceritanya? Siapa Kira sebenarnya? Cari tahu jawabnya. Yang pasti penonton takkan kecewa menyaksikan betapa pintarnya Nick atau Cassie untuk tidak terjebak. Secara keseluruhan, walau cerita manusia super bukan lagi cerita baru, toh banyak kekaguman yang bisa terbentuk. Sang sutradara Paul McGuigan memilih Hongkong untuk pengambilan gambar terbaiknya. Terutama dengan hiruk pikuk kota Hongkong sangat mendukung isi cerita.

Tentunya akting Dakota Fanning patut diacungi jempol. Masih berperan sebagai seorang remaja putri berusia 13 tahun, toh penampilannya sangat lain dari biasanya. (ifc/tin)*BP

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum