BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

Post new topic  Reply to topic

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Gudangnya Peninggalan Purbakala on Thu Jul 17, 2008 5:33 pm

Admin


Admin
DI bidang seni budaya, tiap-tiap banjar se-Desa Bedulu memiliki seperangkat gambelan, di samping itu juga telah berdiri sanggar-sanggar seni tabuh dan seni tari serta sekaa wayang, topeng, sekaa santhi, rejang dan baris serta sekaa tabuh wanita.

Secara etimologi nama Bedulu berasal dari ata ''Bedahulu'' seperti terdapat dalam kitab Negara Kertagama yang ditulis Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi. Pada pupuh XIV bait nomor 3 antara lain disebutkan bahwa negara bawahan di sebelah timur Jawa antara lain Bali dengan negara yang penting Badahulu dan Lwa Gajah. Kata ''Badahulu'' terdiri atas kata ''bada'' yang berarti tempat dan ''hulu'' yang berarti pemimpin, penghulu atau raja.

Dengan demikian Badahulu seperti disebutkan dalam Negara Kertagama berarti tempat para pemimpin atau raja (istana raja). Dan, dengan kata lain Badahulu yang sekarang menjadi Bedulu adalah suatu tempat penting pada masa Bali kuno sebagai tempat para pemimpin atau istana raja dalam mengendalikan pemerintahan di Bali. Sedangkan ''Lwa Gajah'' dapat diidentifikasikan sebagai Goa Gajah. ''Lwa'' artinya air dan ''Gajah'' artinya gajah. Jadi Lwa Gajah berarti air yang keluar dari patung gajah seperti masih dapat disaksikan sekarang ini di Goa Gajah berupa arca pancuran yang terletak di depan pintu masuk goa yang dulunya ditemukan di sekitar kolam. Desa Bedulu mempunyai 24 buah pura dan 20 buah berisi peninggalan purbakala.

Keberadaan benda-benda peninggalan purbakala ini mempunyai peranan penting bagi umat Hindu setempat. Hal ini dapat disaksikan pada saat diselenggarakannya upacara piodalan di Pura-pura untuk memohon keselamatan dan kemakmuran bagi masyarakat. Sumber daya alam berupa tambang yang terdapat pada tebing Sungai Petanu sebagai sumber batu padas untuk bahan bangunan stil Bali sangat menjanjikan bagi warga setempat.

Desa Pakraman Bedulu tidak memiliki areal hutan tetapi di pinggir Sungai Petanu tumbuh tanam-tanaman yang membentuk hutan-hutan kecil sehingga dapat berfungsi sebagai area konservasi alam dan lingkungan. Potensi sumber daya alam berupa mata air dan sumber air tanah yang dimiliki Bedulu dapat berperan sebagai sumber pengairan irigasi. Di antaranya, pancuran Goa Gajah, Beji Samuantiga, dan Pura Dedari. Desa Bedulu mempunyai kekunoan yang cukup banyak dan beraneka ragam.

Di samping Goa Gajah dan Relief Yeh Pulu, juga terdapat situs peninggalan purbakala lainnya seperti Pura Jero Agung. Menurut Drs. A.A. Gede Oka Astawa, salah seorang tokoh masyarakat setempat yang juga peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar, keunikan ditemukan di pura yang piodalannya jatuh pada Purnama Sasih Asada ini yakni selalu menggunakan Damar Kurung (lampu yang terbuat dari kelapa dan diletakkan dalam keranjang).

Damar kurung ini dipasang atau digantung di masing-masing penjor yang dipasang di depan pintu atau candi kurung pura tersebut. Melalui sinar yang dipancarkan oleh damar kurung itu sebagai pertanda terhadap Jawa (Majapahit) bahwa masyarakat di Badahulu (Bali) sedang melakukan upacara di Pura Jero Agung yang merupakan istana raja Bali kuno Astasura Ratna Bhumi Banten, yang ditundukkan oleh Majapahit. Keunikan lainnya di Pura Jero Agung yakni menggunakan daging ayam yang kalah dalam sabungan (becundang).

Ditambahkan, peninggalan arkeologi yang ditemukan di situs Jero agung dan sekitarnya antara lain temuan pada masa prasejarah berupa sarkofagus yang ditemukan oleh penduduk tahun 1973 pada saat mengerjakan tanah untuk meciptakan. Temuan ini terdiri atas wadah dan tutup. Selain itu ditemukan beberapa fragmen sarkofagus lainnya. Di tahun 2002 pada sebidang tanah yang sangat dikeramatkan oleh masyarakat setempat ditemukan pecahan gerabah, keramik, struktur dan lain-lain. Temuan ini ditindaklanjuti dengan melakukan ekskavasi pada bulan Juli 2004, selama 12 hari dan berhasil membuka kotak sebanyak 10 buah.

Pada umumnya, benda-benda peninggalan purbakala yang ada di Desa Pakraman Bedulu berasal dari masa prasejarah, seperti alat-alat batu, tulang, peti batu, nekara perunggu dan sebagainya dan yang berasal dari masa sejarah atau masa klasik (masa pengaruh Hindu-Buddha) misalnya stupika dan meterai tanah liat, prasasti, arca-arca, candi dan lain-lain. Peninggalan-peninggalan ini sebagian besar ditemukan di antara Sungai Petanu dan ditempatkan di Pura-pura. (dar)
source: BP

View user profile http://bali.forumotion.net

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Post new topic  Reply to topic

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum