1
Guncangan Bisnis Perhotelan Bersifat Sementara on Wed Jul 22, 2009 10:33 am

Kompas/Riza Fathoni
Teror bom yang terjadi pada 17 Juli lalu di Jakarta diharapkan tidak memengaruhi kinerja ekspor-impor. Sektor jasa perhotelan dan konsumsi domestik pun diperkirakan terguncang sementara waktu. Dunia usaha mendesak polisi segera menangkap pelakunya.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat mengungkapkan hal ini di Jakarta, Selasa (21/7). Hidayat didampingi Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
”Teror ini untuk merusak citra Indonesia. Mudah-mudahan ekspor tidak terganggu. Yang terganggu adalah perdagangan domestik untuk beberapa komoditas tertentu untuk konsumsi. Penerbangan tidak terganggu, tetapi tingkat hunian hotel bintang lima menurun,” kata Hidayat.
Dalam jumpa pers yang dihadiri puluhan wartawan dalam dan luar negeri di Media Center itu, Hidayat menegaskan, dampak bom di Mega Kuningan tidak signifikan bagi perekonomian nasional. ”Tidak terjadi perubahan yang mendasar pada investasi di sektor riil,” katanya.
Hidayat menyatakan tidak dapat memberi garansi 100 persen. ”Jika kita serius menangani masalah keamanan dan stabilitas politik, investor asing akan percaya,” katanya.
Kadin Indonesia sudah berkomunikasi dengan 10 kamar dagang dari sejumlah negara sahabat. ”Kadin menyatakan tidak benar aksi bom itu ditujukan kepada sekelompok investor. Sasaran bom adalah hotel internasional. Siapa saja bisa menjadi korbannya,” kata Hidayat.
Kadin yakin investasi di Indonesia akan menjadi jauh lebih baik. Diakui bahwa okupansi hotel berbintang lima waralaba internasional turun dan pindah ke hotel berbintang merek lokal.
Nilai ekspor Indonesia sejauh ini sudah turun akibat krisis ekonomi global. Nilai ekspor Mei 2009 mencapai 9,26 miliar dollar AS atau naik 9,52 persen dibandingkan dengan ekspor April 2009. Namun, nilai ekspor itu lebih rendah 28,28 persen dibandingkan dengan nilai ekspor Mei 2008.
Nilai ekspor kumulatif Januari-Mei 2009 mencapai 40,74 miliar dollar AS, turun 29,24 persen dibandingkan dengan ekspor Januari-Mei 2008. Ekspor nonmigas menjadi 35,05 miliar dollar AS atau menurun 21,19 persen dibandingkan dengan ekspor periode yang sama tahun 2008.
Tangkap pelaku
Hidayat menegaskan, ledakan bom dipastikan membuat iklim investasi terguncang. ”Entah sedikit ataupun banyak dampaknya, kredibilitas Indonesia mengalami kemunduran. Kredibilitas hanya dapat dipulihkan sejauh keseriusan penanganan pemerintah dan penegak hukum.”
Reaksi atas ledakan bom kali ini dinilai tidak separah ledakan bom di Bali dan di Kedutaan Besar Australia tahun lalu. Dampaknya terhadap pasar saham dan nilai tukar tidak signifikan.
Dari Bursa Efek Indonesia, Selasa, investor justru melakukan aksi beli besar-besaran yang dipicu sentimen positif penguatan indeks bursa global. Aksi beli itu mendongkrak indeks harga saham ke level tertingginya dalam 10 bulan terakhir.
Indeks harga saham gabungan naik 40,2 poin atau 1,91 persen ke level 2.146. Indeks LQ-45 naik 7,73 poin atau 1,88 persen menjadi 419,43 dan Indeks Kompas100 naik 9,06 poin atau 1,76 persen ke level 522,68. Posisi ketiga indeks ini tertinggi sejak 3 September 2008.
Perdagangan juga berjalan cukup atraktif. Jumlah saham yang diperdagangkan tercatat 5,11 miliar saham senilai Rp 5,425 triliun. Nilai ini tergolong cukup besar dibandingkan dengan rata-rata nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia sebulan terakhir berkisar Rp 3,5 triliun.
Kadin Indonesia menyebutkan, pasar ritel kalangan kelas menengah ke atas kini menghadapi persoalan serius. Sebagian konsumen dibayang-bayangi isu ledakan di pusat perbelanjaan kelas menengah ke atas. Sementara pasar ritel kelas menengah ke bawah rupanya tidak terpengaruh signifikan.
Penerbangan nasional, seperti Garuda, juga dinilai tidak terjadi pembatalan penerbangan dari luar negeri. Sektor pariwisata sangat tergantung penanganan pemerintah, terutama sektor bisnis MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition).
Fauzi Bowo menegaskan, aksi peledakan bom bisa terjadi di mana saja. ”Paling penting sekarang bagaimana seluruh masyarakat Jakarta meningkatkan kewaspadaan dengan pengamanan lingkungan sesuai prosedur,” katanya.
Fauzi meminta agar komputer jinjing juga diperiksa dengan saksama oleh petugas keamanan hotel, pusat perbelanjaan, dan tempat publik lainnya. ”Jakarta akan cepat pulih jika polisi cepat mengungkap kasus ini,” kata Fauzi Bowo.
Omzet ritel turun
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan dalam jumpa pers mengatakan, tragedi bom berdampak besar tidak hanya terhadap pengusaha makanan dan minuman di pusat perbelanjaan mewah, tetapi juga terhadap pedagang kecil. ”Ada penurunan omzet sedikitnya Rp 2 miliar per hari untuk Jakarta. Kondisi yang memprihatinkan,” ujar Thomas.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menilai, dampak investasi bukan saja terjadi akibat ledakan bom, tetapi sudah terimbas krisis finansial global. Ditambah lagi situasi politik di Indonesia karena pemerintahan baru tentu diikuti pembentukan kabinet baru sehingga investor juga menunggu perkembangan.
Komisaris Utama PT Panasonic Gobel, Rahmat Gobel, di sela-sela penyusunan Roadmap Industri Nasional 2015-2030 meyakini prospek investasi tidak akan terganggu signifikan. Persoalannya, banyak CEO perusahaan di Indonesia yang berkewarganegaraan asing. Pengusaha Indonesia hendaknya tidak cengeng menghadapi situasi ini.
”CEO asing itulah yang dikhawatirkan menyimpulkan tidak kondusifnya iklim investasi di Indonesia. Ini harus kita lawan dengan menunjukkan apa saja investasi yang dibutuhkan Indonesia ke depan melalui roadmap Kadin,” kata Rahmat.
Direktur Eksekutif Yogya Tourism Development Board Wiendu Nuryanti di sela-sela Konferensi Managing Tourism Crisis di New York, AS, mengatakan, dampak penurunan wisatawan mancanegara diperkirakan mencapai 5 persen dalam tiga bulan ke depan. Yang paling terkena dampak adalah MICE dan turisme, tetapi hanya bersifat lokal di Jakarta.
(ong/rei/ham/osa/ksp/mhd)







