BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

Post new topic  Reply to topic

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Bangkrutnya Lehman Brothers dan akuisisi Merrill Lynch
oleh Bank of America mengingatkan kita bahwa dengan kondisi
perekonomian dunia yang tidak menentu seperti sekarang ini tidak ada
satu pun pekerjaan yang bisa dianggap sebagai “secured jobs”
Saya masih ingat ketika sekitar awal tahun 2000 membaca sebuah
artikel di majalah terbitan luar negeri (saya lupa entah itu
BusinessWeek, Newsweek, Forbes atau Fortune) yang menceritakan betapa
kerasnya usaha ribuan orang lulusan program MBA dari berbagai business school
ternama di seluruh penjuru Amerika Serikat berlomba-lomba mendapatkan
pekerjaan di Wall Street, khususnya pekerjaan di investment bank
terkemuka, seperti Merrill Lynch, Lehman Brothers, Goldman Sachs atau Morgan Stanley.
Selain soal gengsi (karena sebagian besar
investment bank terkemuka tersebut hanya mempekerjakan lulusan
terbaik), banyak yang mengincar untuk bekerja disana karena tergiur
dengan tawaran gaji dan berbagai benefits luar biasa yang ditawarkan.
Banyak yang beranggapan bahwa bekerja di investment bank kelas kakap
di Wall Street merupakan sebuah pilihan yang aman. Tapi dengan
perkembangan yang terjadi beberapa hari terakhir ini, siapa yang
menyangka bahwa Lehman Brothers bisa bangkrut? Siapa pula yang
menyangka bahwa Merrill Lynch ternyata bisa diakuisisi oleh Bank of America?
Pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini hanya satu, bila anda saat ini masih bekerja sebagai employee
(di perusahaan mana pun itu - apakah itu perusahaan nasional ataupun
multinasional) ingatlah bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa
menjamin 100% bahwa anda akan aman berkarir seterusnya di perusahaan
tersebut. Karena dengan perubahan yang sedemikian cepat dan kondisi
perekonomian dunia yang makin sulit diprediksi, perusahaan paling besar
sekalipun bisa saja gulung tikar minggu depan.
Bukannya bermaksud memprovokasi kalau saya katakan, jangan pernah sesekali berani memproklamirkan diri sebagai employee yang loyal kepada perusahaan, karena perusahaan tidak bisa menjamin apakah mereka juga akan bisa loyal kepada anda.
Bila performa kerja anda menurun, tidak peduli anda telah bekerja 10
tahun disitu, anda bisa saja ditendang keluar untuk kemudian digantikan
dengan orang lain yang lebih muda dan bersedia menerima gaji yang lebih
rendah dari anda.
Di lain pihak, perusahaan pasti juga tidak akan berani menjamin
bahwa mereka akan mencetak keuntungan secara terus-menerus dan
beroperasi seterusnya sampai dunia kiamat (ingat: sebelum akhirnya
bangkrut, Lehman Brothers adalah perusahaan yang telah beroperasi sejak
tahun 1850).
Nah, beberapa hal yang ingin saya tekankan sekali lagi adalah:

  • Dengan kondisi seperti sekarang ini, jangan pernah bersikap loyal kepada perusahaan, tapi bersikaplah loyal kepada profesi anda.
  • Cintailah bidang pekerjaan anda, terus asah dan perdalam
    pengetahuan anda mengenai beberapa aspek spesifik di bidang yang
    betul-betul anda minati, karena saat ini dalam pengamatan saya makin
    banyak perusahaan yang mencari seorang spesialis dibandingkan seorang
    generalis.
  • Jangan lupa untuk selalu membuka mata dan telinga lebar-lebar bila
    memang ada sebuah kesempatan untuk meningkatkan karir diluar sana.
  • Dan mungkin ini yang paling penting, kecuali anda adalah seorang
    pegawai negeri sipil yang bekerja di Indonesia, lupakan yang namanya “comfort zone” dan “job security”those are totally bullshit!

Semoga apa yang saya tulis ini bisa membuka wawasan dan menyadarkan
banyak orang yang mungkin sudah terlena dengan apa yang dinamakan “comfort zone” dalam bekerja.
Mungkin analogi yang paling pas untuk menggambarkan secara konkrit dari
apa yang saya tulis ini adalah dengan membayangkan anda naik sebuah
mobil. Ketika anda mengendarai sebuah mobil mahal dan canggih, anda
tetap harus mengendarainya dengan kewaspadaan penuh, siap untuk
mengerem atau memutar setir untuk menghindari lubang di jalan atau
pengendara motor yang memotong jalan anda.
Anda tentunya tidak bisa berpikiran bahwa dengan mengendarai sebuah
mobil mahal, maka anda akan selalu selamat karena dilindungi dengan
berbagai peralatan pelindung canggih. Ada faktor utama yang menjadi
faktor penentu keselamatan anda yaitu kewaspadaan.
Hal yang sama juga berlaku dalam anda bekerja sebagai employee,
bayangkan saja anda bekerja menekuni karir seperti anda mengendarai
mobil: nikmati perjalanan anda, tetap waspada dan jangan pernah sampai
masuk kedalam “comfort zone” - alias mengantuk, karena ketika anda masuk kedalam “comfort zone”
dan sesuatu yang tidak diinginkan kemudian terjadi, biasanya anda akan
merasa lebih sakit — karena memang anda tidak siap dalam menghadapinya. (*Haryo

Have a nice day at work!

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Post new topic  Reply to topic

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum