1
Krisis Air makin Parah, Warga Karangasem Menjerit on Sun Jul 27, 2008 10:01 am
Warga Karangasem di beberapa desa kembali menjerit karena krisis air bersih pada musim kemarau ini makin parah. Klian Banjar Dinas Tigaron Timur, Kubu, Ketut Rukiana, dan warga Bukit Mangun, Made Mangku Surata, Sabtu (26/7) kemarin, mengatakan proyek embung yang ada ternyata belum bermanfaat dalam mengatasi krisis air bersih. Mereka menilai proyek milyaran rupiah itu cenderung mubazir dan hanya menguntungkan oknum tertentu.
Mangku Surata mengatakan pihaknya sempat mengerjakan proyek pipanisasi air embung di Daya, Ban, Kubu. Airnya sedikit dan saat itu tak layak dikonsumsi karena baunya saja sudah sangat tak sedap. 'Rasanya lebih efektif kalau warga di pelososk pedesaan dan terpencar di perbukitan diberikan bantuan cubang secara berkelompok,' katanya.
Anggota DPRD Karangasem Nyoman Oka Antara mengatakan hal yang sama. Oka Antara mengatakan sebenarnya pihaknya sudah sejak lama mengusulkan agar jangan proyek embung yang dibangun, karena banyak ditolak warga. Mereka lebih baik diberikan cubang secara berkelompok dan dikerjakan secara swadaya. Program itu dinilai lebih menyentuh masyarakat miskin di pedesaan, karena pengerjaannnya dengan model padat karya. 'Proyek embung nilainya besar, barangkali fee-nya lebih besar dinikmati oknum tertentu dibandingkan menyerahkan bantuan cubang,' tegas Oka Antara.
Rukiana mengatakan pihaknya kewalahan menjawab keluhan masyarakat terkait krisis air bersih di Kubu. Mangku Surata mengatakan sebenarnya di Darma Winangun, Tianyar Timur, Kubu pihaknya bersama masyarakat sempat mengelola satu sumur bor. Namun, kita masyarakat di desa-desa sekitarnya tak kuat mengelola setelah kenaikan harga BBM. Soalnya, mesin pompa dua buah untuk memompa air dua tingkat. PDAM Karangasem saja tak mau diserahi mengelola sumur bor itu, karena dinilai rugi besar. 'Padahal debit airnya lumayan besar mencapai 8,5 liter per detik,' katanya.
Melalui layanan pesan singkat (SMS), warga Seraya yang kesulitan mendapatkan air bersih minta tak dilupakan Bupati Geredeg. Di pihak lain, anggota DPRD Karangasem asal Seraya Timur, Made Geriya, S.H. mengatakan sudah sering menyampaikan agar kesulitan warga Seraya yang rutin krisis air bersih saat musim kemarau dituntaskan, dan janji pejabat saat kampanya harus ditepati. (013)
source: BP
Mangku Surata mengatakan pihaknya sempat mengerjakan proyek pipanisasi air embung di Daya, Ban, Kubu. Airnya sedikit dan saat itu tak layak dikonsumsi karena baunya saja sudah sangat tak sedap. 'Rasanya lebih efektif kalau warga di pelososk pedesaan dan terpencar di perbukitan diberikan bantuan cubang secara berkelompok,' katanya.
Anggota DPRD Karangasem Nyoman Oka Antara mengatakan hal yang sama. Oka Antara mengatakan sebenarnya pihaknya sudah sejak lama mengusulkan agar jangan proyek embung yang dibangun, karena banyak ditolak warga. Mereka lebih baik diberikan cubang secara berkelompok dan dikerjakan secara swadaya. Program itu dinilai lebih menyentuh masyarakat miskin di pedesaan, karena pengerjaannnya dengan model padat karya. 'Proyek embung nilainya besar, barangkali fee-nya lebih besar dinikmati oknum tertentu dibandingkan menyerahkan bantuan cubang,' tegas Oka Antara.
Rukiana mengatakan pihaknya kewalahan menjawab keluhan masyarakat terkait krisis air bersih di Kubu. Mangku Surata mengatakan sebenarnya di Darma Winangun, Tianyar Timur, Kubu pihaknya bersama masyarakat sempat mengelola satu sumur bor. Namun, kita masyarakat di desa-desa sekitarnya tak kuat mengelola setelah kenaikan harga BBM. Soalnya, mesin pompa dua buah untuk memompa air dua tingkat. PDAM Karangasem saja tak mau diserahi mengelola sumur bor itu, karena dinilai rugi besar. 'Padahal debit airnya lumayan besar mencapai 8,5 liter per detik,' katanya.
Melalui layanan pesan singkat (SMS), warga Seraya yang kesulitan mendapatkan air bersih minta tak dilupakan Bupati Geredeg. Di pihak lain, anggota DPRD Karangasem asal Seraya Timur, Made Geriya, S.H. mengatakan sudah sering menyampaikan agar kesulitan warga Seraya yang rutin krisis air bersih saat musim kemarau dituntaskan, dan janji pejabat saat kampanya harus ditepati. (013)
source: BP







