1
Abrasi Pantai Tegalbesar kian Parah on Thu Aug 20, 2009 11:03 am
Kerasnya terjangan ombak di Pantai Tegalbesar, Negari, Klungkung memperparah abrasi di pantai tersebut. Permukaan air laut dengan bibir pantai juga terus bergeser (makin ke utara) dengan menenggelamkan sebagian lahan warga yang berada paling selatan/dekat pantai. Bukan hanya itu, tembok beberapa bangunan akomodasi kepariwisataan di sekitarnya juga tergerus.
Pemkab Klungkung sepertinya sudah kehabisan akal untuk menghalau terjangan ombak guna memperkecil abrasi. Selain dana terbatas, sementara membangun pemecah gelombang atau senderan pengaman pantai membutuhkan dana yang sangat besar. Untuk pembangunan sekitar 200 meter senderan saja, dibutuhkan dana paling sedikit Rp 400 juta.
Sekda Klungkung, Ketut Janapria, Rabu (19/
kemarin, menyatakan pengamanan pantai tak bisa dilakukan satu per satu oleh masing-masing kabupaten, melainkan sinergi antarkabupaten/kota untuk membangun pengaman pantai secara parsial. Jika tidak dilakukan secara menyeluruh, pembangunan pengaman pantai secara terpotong-potong hanya akan menghabiskan anggaran namun tidak efektif untuk mencegah abrasi.
Masyarakat sekitar yang notabene penerima dampak terbesar abrasi, juga tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah peningkatan abrasi. Namun, mereka tak hanya berdiam diri. Mereka memfokuskan diri pada program pelestarian alam. Salah satunya penangkaran telur penyu dan melakukan pelepasan tukik ke laut setelah telur penyu menetas. Seperti yang dilakukan Kelompok Pelestarian Penyu (KPP) Pantai Tegalbesar dan warga sekitar, Rabu kemarin. Mereka melepas sedikitnya 126 ekor tukik jenis lekang ke laut lepas. Tukik tersebut merupakan penetasan telur pada hari ke-52 sejak ditemukan warga. ''Ini (pelepasan tukik-red) salah satu bentuk upaya kami untuk berpartisipasi dalam pelestarian alam,'' ujar Ketua KPP Tegalbesar, Wayan Mega Arta, usai pelepasan tukik bersama sejumlah warga. Menurut Mega, hingga saat ini sedikitnya 5.000 ekor tukik yang berhasil dilepas ke laut lepas sejak tahun 2003. (kmb20*BP)
Pemkab Klungkung sepertinya sudah kehabisan akal untuk menghalau terjangan ombak guna memperkecil abrasi. Selain dana terbatas, sementara membangun pemecah gelombang atau senderan pengaman pantai membutuhkan dana yang sangat besar. Untuk pembangunan sekitar 200 meter senderan saja, dibutuhkan dana paling sedikit Rp 400 juta.
Sekda Klungkung, Ketut Janapria, Rabu (19/
Masyarakat sekitar yang notabene penerima dampak terbesar abrasi, juga tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah peningkatan abrasi. Namun, mereka tak hanya berdiam diri. Mereka memfokuskan diri pada program pelestarian alam. Salah satunya penangkaran telur penyu dan melakukan pelepasan tukik ke laut setelah telur penyu menetas. Seperti yang dilakukan Kelompok Pelestarian Penyu (KPP) Pantai Tegalbesar dan warga sekitar, Rabu kemarin. Mereka melepas sedikitnya 126 ekor tukik jenis lekang ke laut lepas. Tukik tersebut merupakan penetasan telur pada hari ke-52 sejak ditemukan warga. ''Ini (pelepasan tukik-red) salah satu bentuk upaya kami untuk berpartisipasi dalam pelestarian alam,'' ujar Ketua KPP Tegalbesar, Wayan Mega Arta, usai pelepasan tukik bersama sejumlah warga. Menurut Mega, hingga saat ini sedikitnya 5.000 ekor tukik yang berhasil dilepas ke laut lepas sejak tahun 2003. (kmb20*BP)







