1
Menikmati Keindahan dan Keunikan Adenium on Sun Mar 15, 2009 10:05 am
ADENIUM, nama yang unik. Orang Indonesia mengenal dengan sebutan kamboja Jepang. Pohonnya yang unik, warna bunganya yang beragam. Membuat banyak orang terpikat pada tanaman satu ini. Bahkan rela berburu ke pelbagai pelosok untuk mendapatkan jenis pohon ini yang berbeda. Bagaimana merawat dan mengembangkan tanaman ini. Berikut teknik dan caranya. Bisa Anda lakukan untuk mengisi liburan panjang Galungan dan Kuningan Anda. Selamat bereksperimen.
Agar Adenium selalu tampil cantik dan terawat, lokasi tempat penanaman adenium seharusnya di tempat terbuka, kena sinar matahari langsung, akan lebih sempurna jika dinaungi dengan plastik Ultra Violet (UV) atau acrylic.
Penyiraman, dapat dilakukan 1 kali sehari jika cuaca panas. Jika mendung atau hujan, bisa 2 atau 3 hari sekali (untuk lebih akurat kita bisa cek medianya dengan memasukkan jari kita ke dalam media untuk memastikan kelembabannya. Jika adenium dinaungi dengan naungan seperti tersebut di atas maka penyiraman disarankan setiap hari 1 kali. Penyiraman sebaiknya hanya di media tanam, tidak kena daun.
Media tanam, sangat bervariasi campurannya, kuncinya adalah porositas, sebab adenium adalah tanaman yang berasal dari daerah yang curah hujannya rendah. Contoh campurannya: arang, sekam bakar, pasir, pupuk kompos/ pupuk kandang, tanah. Pemupukan dilakukan secara periodik, dengan memilih salah satu anjuran di bawah ini : untuk ukuran ppot 15 cm) Pupuk organik/kandang (2 bulan sekali) = 4 sendok makan
- Pupuk kimia : NPK (sebulan sekali) = 1/2 sendok teh atau Dekastar 3 sampai 4 bulan sekali) = 1 sendok makan. Pupuk daun : untuk mendapatkan penampilan adenium yang maksimal, maka bisa ditambahkan penggunaan pupuk daun (growmore atau bifolan) dengan dosis sesuai label yang tertera pada kemasan.
Pemotongan, lakukan pemotongan pada batang dengan ukuran yang Anda suka, dari pemotongan itu akan tumbuh beberapa tunas baru. Dari tunas baru inilah akan tumbuh bunga-bunga yang indah. Jangan lupa setelah batang dipotong pindahkan adenium ke tempat teduh, dan ketika tumbuh tunas, kira-kira ada tiga daun, pindahkan ke tempat terbuka dan terkena sinar penuh.
Hama dan Penyakit
Tungau merah adalah musuh besar adenium. Tandanya, daun gugur dan menguning bagian pucuk. Gunakan akarisida seperti, Kelthane atau Omite.
Kutu kuning dan kutu putih, berantas dengan insektisida seperti supraside, decis, curacron atau basudin 3 kali seminggu.
Nematod, umumnya menyerang akar, ditandai dengan menguning dan gugur daun. Gunakan furadan 3G untuk jamur dan bakteri. Gejalanya: daun menguning dan bercak kecoklatan.
Semprotkan fungisida seperti benlate, dithane M45, atau rdomil. Untuk pencegahan: tempatkan tanaman di cahaya matahari penuh, bersihkan lingkungan.
Defisiensi unsur hara. Gejala yang sering terjadi adalah pertumbuhan daun lambat, daun menguning tanpa sebab, mudah rontok, bunga tidak sempurna bentuknya dan mudah rontok. Penyebabnya adalah media tanam sudah lama tak diganti atau ph media tanam terlalu asam sehingga mengganggu penyerapan unsur hara. Ganti media tanam.
Virus, gejalanya adalah muncul bercak-bercak yang berwarna lebih muda dari warna daun atau seperti variegata. Belum ada obatnya.
Budi Daya
Untuk bisa membudidayakan adenium, kita mesti bisa mengenal sifat tanaman adenium. Ada banyak jenis adenium dan kita juga mesti kenal dengan jenis-jenis tanaman ini.
Untuk sifat adenium: Selalu berkaitan dengan asal-usul kondisi di mana (setiap) tanaman berasal. Ada 3 sifat utama dari adenium, tidak menyukai air, perlu sinar matahari yang penuh dan menyukai media porous. Ini karena adenium disebut dengan mawar gurun yang identik dengan panas, jarang air dan kondisi tanah yang porous.
Inilah 3 hal yang paling dasar untuk bisa membudidayakan adenium. Setelah mengenal sifat adenium, maka hal lain yang perlu diketahui adalah perawatan adenium yang tepat. Memberi pupuk yang secukupnya, menyiram dengan tidak berlebihan, pemangkasan, mengenal hama tanaman dan obat-obat pembasmi hama. Lalu kita juga mesti mengetahui obat apa yang cocok untuk pertumbuhan hormone adenium. Hal terakhir yang perlu dipahami adalah pembibitan dan pembuahan adenium. Pembuahan baru terjadi setelah tanaman adenium mulai berbunga dan bibit bisa didapat dari hasil kawin. Perawatan setelah tumbuhnya biji adenium sama halnya dengan merawat adenium dewasa. Setelah Anda memahami ini semua, maka prosedur pembudidayaan adenium sudah di tangan Anda. Tinggal mencoba saja. Mudah-mudahan Anda bisa mengikuti beberapa langkah singkat tersebut, yang dirangkum dari pelbagai sumber. Tentu untuk mengisi waktu libur Anda yang panjang. Selamat mencoba. (osi)
Agar Adenium selalu tampil cantik dan terawat, lokasi tempat penanaman adenium seharusnya di tempat terbuka, kena sinar matahari langsung, akan lebih sempurna jika dinaungi dengan plastik Ultra Violet (UV) atau acrylic.
Penyiraman, dapat dilakukan 1 kali sehari jika cuaca panas. Jika mendung atau hujan, bisa 2 atau 3 hari sekali (untuk lebih akurat kita bisa cek medianya dengan memasukkan jari kita ke dalam media untuk memastikan kelembabannya. Jika adenium dinaungi dengan naungan seperti tersebut di atas maka penyiraman disarankan setiap hari 1 kali. Penyiraman sebaiknya hanya di media tanam, tidak kena daun.
Media tanam, sangat bervariasi campurannya, kuncinya adalah porositas, sebab adenium adalah tanaman yang berasal dari daerah yang curah hujannya rendah. Contoh campurannya: arang, sekam bakar, pasir, pupuk kompos/ pupuk kandang, tanah. Pemupukan dilakukan secara periodik, dengan memilih salah satu anjuran di bawah ini : untuk ukuran ppot 15 cm) Pupuk organik/kandang (2 bulan sekali) = 4 sendok makan
- Pupuk kimia : NPK (sebulan sekali) = 1/2 sendok teh atau Dekastar 3 sampai 4 bulan sekali) = 1 sendok makan. Pupuk daun : untuk mendapatkan penampilan adenium yang maksimal, maka bisa ditambahkan penggunaan pupuk daun (growmore atau bifolan) dengan dosis sesuai label yang tertera pada kemasan.
Pemotongan, lakukan pemotongan pada batang dengan ukuran yang Anda suka, dari pemotongan itu akan tumbuh beberapa tunas baru. Dari tunas baru inilah akan tumbuh bunga-bunga yang indah. Jangan lupa setelah batang dipotong pindahkan adenium ke tempat teduh, dan ketika tumbuh tunas, kira-kira ada tiga daun, pindahkan ke tempat terbuka dan terkena sinar penuh.
Hama dan Penyakit
Tungau merah adalah musuh besar adenium. Tandanya, daun gugur dan menguning bagian pucuk. Gunakan akarisida seperti, Kelthane atau Omite.
Kutu kuning dan kutu putih, berantas dengan insektisida seperti supraside, decis, curacron atau basudin 3 kali seminggu.
Nematod, umumnya menyerang akar, ditandai dengan menguning dan gugur daun. Gunakan furadan 3G untuk jamur dan bakteri. Gejalanya: daun menguning dan bercak kecoklatan.
Semprotkan fungisida seperti benlate, dithane M45, atau rdomil. Untuk pencegahan: tempatkan tanaman di cahaya matahari penuh, bersihkan lingkungan.
Defisiensi unsur hara. Gejala yang sering terjadi adalah pertumbuhan daun lambat, daun menguning tanpa sebab, mudah rontok, bunga tidak sempurna bentuknya dan mudah rontok. Penyebabnya adalah media tanam sudah lama tak diganti atau ph media tanam terlalu asam sehingga mengganggu penyerapan unsur hara. Ganti media tanam.
Virus, gejalanya adalah muncul bercak-bercak yang berwarna lebih muda dari warna daun atau seperti variegata. Belum ada obatnya.
Budi Daya
Untuk bisa membudidayakan adenium, kita mesti bisa mengenal sifat tanaman adenium. Ada banyak jenis adenium dan kita juga mesti kenal dengan jenis-jenis tanaman ini.
Untuk sifat adenium: Selalu berkaitan dengan asal-usul kondisi di mana (setiap) tanaman berasal. Ada 3 sifat utama dari adenium, tidak menyukai air, perlu sinar matahari yang penuh dan menyukai media porous. Ini karena adenium disebut dengan mawar gurun yang identik dengan panas, jarang air dan kondisi tanah yang porous.
Inilah 3 hal yang paling dasar untuk bisa membudidayakan adenium. Setelah mengenal sifat adenium, maka hal lain yang perlu diketahui adalah perawatan adenium yang tepat. Memberi pupuk yang secukupnya, menyiram dengan tidak berlebihan, pemangkasan, mengenal hama tanaman dan obat-obat pembasmi hama. Lalu kita juga mesti mengetahui obat apa yang cocok untuk pertumbuhan hormone adenium. Hal terakhir yang perlu dipahami adalah pembibitan dan pembuahan adenium. Pembuahan baru terjadi setelah tanaman adenium mulai berbunga dan bibit bisa didapat dari hasil kawin. Perawatan setelah tumbuhnya biji adenium sama halnya dengan merawat adenium dewasa. Setelah Anda memahami ini semua, maka prosedur pembudidayaan adenium sudah di tangan Anda. Tinggal mencoba saja. Mudah-mudahan Anda bisa mengikuti beberapa langkah singkat tersebut, yang dirangkum dari pelbagai sumber. Tentu untuk mengisi waktu libur Anda yang panjang. Selamat mencoba. (osi)







