1
Mempatenkan Budaya sampai Inovasi Dalam Modifikasi di Bali on Sun Nov 01, 2009 11:35 am

Ternyata, di Bali bukan cuma I gede Dewa Agus Umbara yang mampu
menunjukkan karya seni tinggi lewat modifikasi motor yang dinamakannya alien. Dari gelaran "Bali One Heart Modification Contest 2009" pertengahan Oktober lalu, menghasilkan kreasi khas Bali serta rombakan unik dari luar Bali seperti ditampilkan di bawah ini.
Ikon Bali
I Putu Edi Eka Putra memodifikasi Yamaha Mio sebagai wujud keprihatinan terhadap seni budaya di Tanah Air yang diklaim oleh negara asing. Makanya, pada skutik merek garputala ini ditonjolkan ikon Bali.
Seperti pakaian khas sarung (komen) dan ikat kepala bermotif loreng (hitam-putih) yang dipakai saat tari Kecak, tersirat jelas pada jok. Juga samar-sama di bagian dek dipadu gambar barong, Eka mengangkat legenda Barong yang sudah menjadi warisan leluhur.
"Kita angkat tema Calon Arang karena ceritanya sudah memasyarakat dan jadi salah satu pentas seni pendidikan di Bali, tegas pria 35 tahun yang memodifikasi Yamaha Mio beraliran low rider.
Motor gas
Selain memiliki nilai seni, ternyata modifikator di Bali mampu melahirkan karya inovasi. Seperti dilakukan I Gusti Ngurah Putra terhadap Honda Supra 2002 yang bisa melesat tanpa bensin. Bahan bakarnya diganti sama gas butane yang acap dipakai para pendaki gunung atau yang suka camping.
Putra coba menyuntik cairan gas ke ruang bakar lewat intake. Sehingga motor tidak lagi menggunakan karburator, tapi aliran gas ke ruang bakar tetap diatur melalui mekanisme menarik grip gas. Makin besar bukaan gas, kina banyak gas yang masuk.
Tabung gas dibuat khusus mirip kotak dan diletakkan di atas mesin. Bahannya, kata Putra memakai limbah kompor. Diakuinya, laju motor belum bisa kencang karena masih dalam tahap riset.
Modif tercepat
Basisnya Honda S90, boleh percaya boleh tidak, pengerjaannya jadi bentuk motor penggaruk tanah hanya 4 jam. Melibatkan 5 kru di bawwah komando Taufik, mereka memilih tema Minimoto.
Dengan tema itu, jelas penggarapan bodi sangat ringkas. Enggak perlu lampu, berarti lepas dari urusan kabel dan kelistrikan. Yang dipersiapkan adalah sasis baru yang menurut Taufik menggunakan rangka minimoto dari SSR Bandung. Untuk ban dan pelek dari ATV.
"Style motor seperti ini lagi tren di Australia dan dipakai untuk lomba motor upside down dari Yamaha YZ85. Rantai yang panjang order khusus pakai punya Rajawali dengan 146 mata mata tan sambungan. (Nurfil)
Sumber : Motor Plus







