1
Wisdom Tetap Jadi Pelipur Lara on Tue Dec 30, 2008 1:57 pm
Menjelang tutup tahun 2008, Bali kebanjiran wisatawan domestik (wisdom). Tingkat hunian hotel khususnya hotel berbintang di kawasan Legian, Seminyak, Kuta, Tuban, Jimbaran dan Nusa Dua rata-rata di atas 90 persen. Kendati lama tinggal (lenght of stay) wisdom rata-rata kurang dari 4 hari, namun tetap menjadi pelipur lara di tengah kecemasan menghadapi dampak krisis global.
Sampai Minggu (28/12) kemarin, Pantai Kuta tetap menjadi favorit wisatawan domestik yang datang dari seluruh penjuru Indonesia, khususnya dari Jawa dan Sumatera. Siang kemarin, ribuan wisdom memadati Pantai Kuta dan objek wisata lainnya di Bali. Mereka umumnya memanfaatkan momen liburan akhir tahun 2008 dan tetap memilih Bali sebagai tujuan liburan utama.
Frekuensi penerbangan rute domestik di Bandara Ngurah Rai menjelang Natal 2008 dan tahun baru 2009 terjadi lonjakan tajam. Data yang dihimpun di Posko Terpadu Bandara Ngurah Rai, dalam dua hari setelah Hari Natal, Kamis (25/12) kedatangan penumpang domestik mencapai lebih dari 9.000 orang dalam satu hari. Jumlah ini terbilang sangat fantastis, karena melebihan kedatangan wisman.
Sama seperti krisis-krisis sebelumnya kehadiran wisdom tetap diandalkan bagi pariwisata Bali. Wakil Ketua Asita Bali Ketut Ardana mengatakan, potensi wisdom tak bisa dipandang sebelah mata. 'Kesan adanya diskriminasi perlakuan terhadap turis domestik sudah menjadi masa lalu. Industri pariwisata di Bali sudah banyak belajar, bahwa wisdom sama pentingnya dengan turis asing,' ujar Ardana.
Hal senada dilontarkan Kadisparda Bali Gede Nurjaya yang menganggap turis domestik layak diapresiasi sebagai mana layaknya turis asing. Untuk diketahui, kendati lama tinggal wisdom rata-rata berkisar antara 3 - 4 hari, namun spending power-nya tidak terpaut jauh. Hasil survei Disparda Bali, rata-rata pengeluaran wisdom sekitar Rp 860.000 per hari, sementara wisman 110 dolar AS per hari.
Kendati belum teredia data yang lebih akurat, Nurjaya menengarai jumlah kunjungan wisdom ke Bali diperkirakan dua kali lipat dari jumlah turis asing. Bila tahun 2008 Bali dikunjungi sedikitnya 1,9 juta wisman maka kunjungan wisdom sekitar 3,8 juta orang. Bila dikonversikan, total belanja wisdom selama di Bali nyaris menyamai total pengeluaran turis asing.
Secara terpisah, Ketua DPD Indonesia Congress & Convention Association (ICCA) Bali Ida Bagus Lolec mengatakan, potensi MICE khususnya meeting dan incentives di Indonesia juga cukup tinggi. Perusahaan-perusahaan raksasa nasional bahkan multinasional yang beroperasi di Indonesia jumlahnya hampir seribu unit, bila digarap secara maksimal bisa mendatangkan keuntungan besar bagi kepariwisataan Bali. (056*BP)
Sampai Minggu (28/12) kemarin, Pantai Kuta tetap menjadi favorit wisatawan domestik yang datang dari seluruh penjuru Indonesia, khususnya dari Jawa dan Sumatera. Siang kemarin, ribuan wisdom memadati Pantai Kuta dan objek wisata lainnya di Bali. Mereka umumnya memanfaatkan momen liburan akhir tahun 2008 dan tetap memilih Bali sebagai tujuan liburan utama.
Frekuensi penerbangan rute domestik di Bandara Ngurah Rai menjelang Natal 2008 dan tahun baru 2009 terjadi lonjakan tajam. Data yang dihimpun di Posko Terpadu Bandara Ngurah Rai, dalam dua hari setelah Hari Natal, Kamis (25/12) kedatangan penumpang domestik mencapai lebih dari 9.000 orang dalam satu hari. Jumlah ini terbilang sangat fantastis, karena melebihan kedatangan wisman.
Sama seperti krisis-krisis sebelumnya kehadiran wisdom tetap diandalkan bagi pariwisata Bali. Wakil Ketua Asita Bali Ketut Ardana mengatakan, potensi wisdom tak bisa dipandang sebelah mata. 'Kesan adanya diskriminasi perlakuan terhadap turis domestik sudah menjadi masa lalu. Industri pariwisata di Bali sudah banyak belajar, bahwa wisdom sama pentingnya dengan turis asing,' ujar Ardana.
Hal senada dilontarkan Kadisparda Bali Gede Nurjaya yang menganggap turis domestik layak diapresiasi sebagai mana layaknya turis asing. Untuk diketahui, kendati lama tinggal wisdom rata-rata berkisar antara 3 - 4 hari, namun spending power-nya tidak terpaut jauh. Hasil survei Disparda Bali, rata-rata pengeluaran wisdom sekitar Rp 860.000 per hari, sementara wisman 110 dolar AS per hari.
Kendati belum teredia data yang lebih akurat, Nurjaya menengarai jumlah kunjungan wisdom ke Bali diperkirakan dua kali lipat dari jumlah turis asing. Bila tahun 2008 Bali dikunjungi sedikitnya 1,9 juta wisman maka kunjungan wisdom sekitar 3,8 juta orang. Bila dikonversikan, total belanja wisdom selama di Bali nyaris menyamai total pengeluaran turis asing.
Secara terpisah, Ketua DPD Indonesia Congress & Convention Association (ICCA) Bali Ida Bagus Lolec mengatakan, potensi MICE khususnya meeting dan incentives di Indonesia juga cukup tinggi. Perusahaan-perusahaan raksasa nasional bahkan multinasional yang beroperasi di Indonesia jumlahnya hampir seribu unit, bila digarap secara maksimal bisa mendatangkan keuntungan besar bagi kepariwisataan Bali. (056*BP)





