1
Ida Batara Turun Kabeh : 'Pemedek' Tetap Ramai on Thu Apr 16, 2009 5:20 pm
PEMEDEK ke Pura Besakih, Senin (13/4) kemarin tetap ramai, walaupun tidak sekrodit Sabtu (11/4) dan Minggu (12/4) lalu. Suasana mendung dan sesekali turun hujan, rupanya tak menyurutkan mereka untuk ngaturang ayah.
Sayangnya, pemedek mulai sulit diatur. Saat masuk ke areal Penataran Agung, banyak pemedek yang masuk lewat pintu samping dan pintu utara yang seharusnya dilarang panitia. Pemedek juga sembarangan membuang sampah bekas canang, bunga dan dupa sehabis muspa. Menyebabkan lokasi sembahyang di Penataran Agung penuh sampah dan becek setelah diguyur hujan.
Usai muspa, pemedek juga mengabaikan pengumuman panitia lewat pengeras suara untuk tidak beranjak sebelum seluruh pemedek nunas wangsuhpada.
Kekurang-nyamanan juga terjadi saat keluar. Sebagian pemedek nekat berlawanan arus dengan keluar lewat pamedal agung. Bukan lewat pintu samping, di mana pintu keluar yang seharusnya. Panitia pun harus berulang kali mengimbau agar pemedek tertib. Di pihak lain, petugas kebersihan kewalahan membersihkan sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh pemedek. Padahal, panitia mengerahkan sedikitnya 36 petugas kebersihan setiap harinya. Selain di Penataran Agung, sampah-sampah juga berserakan di jaba pura. Di mana pemedek menikmati lungsuran bersama keluarga. 'Memang kewalahan pak, untuk menangani sampah sebanyak ini. Meski begitu, saya tetap senang ngayah,' kata seorang warga. (bal)
Menjaga Kebersihan
1. Mengambil kembali canang yang sebelumnya digunakan.
2. Tidak meninggalkan sisa makanan di sembarang tempat.
3. Masing-masing pemedek membawa plastik memungut sampah
yang tercecer di jalan dan areal parkir.
4. Pimpinan rombongan sebelumnya mengumumkan agar anggota rombongannya tidak buang sampah sembarangan dan memungut canang yang sebelumnya digunakan.
5. Jadikan kesadaran bahwa memungut sampah juga bagian dari ngaturang ayah.
Sayangnya, pemedek mulai sulit diatur. Saat masuk ke areal Penataran Agung, banyak pemedek yang masuk lewat pintu samping dan pintu utara yang seharusnya dilarang panitia. Pemedek juga sembarangan membuang sampah bekas canang, bunga dan dupa sehabis muspa. Menyebabkan lokasi sembahyang di Penataran Agung penuh sampah dan becek setelah diguyur hujan.
Usai muspa, pemedek juga mengabaikan pengumuman panitia lewat pengeras suara untuk tidak beranjak sebelum seluruh pemedek nunas wangsuhpada.
Kekurang-nyamanan juga terjadi saat keluar. Sebagian pemedek nekat berlawanan arus dengan keluar lewat pamedal agung. Bukan lewat pintu samping, di mana pintu keluar yang seharusnya. Panitia pun harus berulang kali mengimbau agar pemedek tertib. Di pihak lain, petugas kebersihan kewalahan membersihkan sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh pemedek. Padahal, panitia mengerahkan sedikitnya 36 petugas kebersihan setiap harinya. Selain di Penataran Agung, sampah-sampah juga berserakan di jaba pura. Di mana pemedek menikmati lungsuran bersama keluarga. 'Memang kewalahan pak, untuk menangani sampah sebanyak ini. Meski begitu, saya tetap senang ngayah,' kata seorang warga. (bal)
Menjaga Kebersihan
1. Mengambil kembali canang yang sebelumnya digunakan.
2. Tidak meninggalkan sisa makanan di sembarang tempat.
3. Masing-masing pemedek membawa plastik memungut sampah
yang tercecer di jalan dan areal parkir.
4. Pimpinan rombongan sebelumnya mengumumkan agar anggota rombongannya tidak buang sampah sembarangan dan memungut canang yang sebelumnya digunakan.
5. Jadikan kesadaran bahwa memungut sampah juga bagian dari ngaturang ayah.








