BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

Post new topic  Reply to topic

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Kasus Miras Oplosan : Korban Miras Oplosan on Thu May 28, 2009 1:59 pm

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Miras Sangat Mudah Didapatkan

PEREDARAN miras bebas dijual di masyarakat ternyata bukan isapan jempol. Berdasarkan penyusuran di masyarakat, miras memang mudah didapatkan. Selain miras berlabel, arak api merupakan minuman laris manis terutama diburu oleh peminum yang berkantong tipis. Selain itu, bir merupakan alternatif kedua di samping berbagai jenis miras dengan harga miring.

Miras jenis arak api memang banyak dijual di warung-warung kecil. Jenis ini memang laris manis sehingga banyak pedagang yang mengecer dalam bentuk kemasan botol minuman atau plastik tanggung. Yang meminum pun biasanya lebih banyak yang berkantong tipis dan mabuk di pinggir jalan atau balai banjar. Kematian sejumlah peminum arak oplosan ternyata tidak menyurutkan niat banyak warga untuk menenggak arak api ini. Walau pedagang sedikit waswas dengan berita kematian sejumlah warga itu, namun banyak yang masih menjual arak walau dengan sedikit sembunyi-sembunyi.

Sementara itu, jika arak api banyak ditemukan di warung-warung kecil, miras berlabel banyak dijual di toko-toko dan kafe-kafe yang bertebaran, baik yang berizin maupun tidak. Sejumlah kafe di berbagai pelosok memang menjual miras sebagai jualan utama. Kebanyakan yang dijual adalah miras berlabel, tetapi dengan harga yang masih terjangkau. Bahkan, di sejumlah toko dan kafe, miras produksi pabrik tidak sulit dijumpai.


Korban Miras Oplosan Jadi 12 Orang

Korban tewas akibat keracunan miras jenis arak yang dicampur metanol bertambah menjadi 12 orang. Sebelumnya, pihak RS Sanglah menyatakan ada enam orang yang dinyatakan meninggal dunia akibat miras oplosan sejak Senin-Selasa (25-26/5). Namun dari data terbaru yang dikeluarkan pihak terkait, sejak Minggu (24/5) korban miras oplosan berjumlah 12 orang.

'Dari 16 orang yang terdata di Polda Bali, sebanyak 12 orang yang meninggal hingga hari ini. Sisanya masih ada dirawat di RS Sanglah dan ada yang sudah pulang paksa,' ujar Dir. Narkoba Polda Bali Kombes Pol. Kokot Indarto ketika jumpa pers di Mapolda Bali, Rabu (27/5) kemarin.

Kejadian yang sempat membuat warga gempar ini rupanya dengan cepat direspons pihak kepolisian. Pasukan Dit. Narkoba Polda Bali dan Poltabes Denpasar langsung melakukan pencarian lokasi kejadian. Sebab, para korban yang dibawa ke RS Sanglah tidak begitu tahu di mana kejadian sebenarnya. Begitu mengetahui satu TKP yang berlokasi di rumah kos-kosan Gede Ad di Jalan Sutoyo, Denpasar, tim gabungan langsung melakukan olah TKP. Di tempat itu, ternyata sedang berlangsung pesta miras dalam rangka ulang tahun (ultah).

'Kami menemukan barang bukti berupa satu galon air mineral yang di dalamnya berisi dua liter arak, satu botol sirup dan satu gelas bekas yang digunakan menuangkan miras. Barang bukti tersebut diamankan pihak Poltabes Denpasar untuk diteliti lebih lanjut,' ungkap Kombes Kokot Indarto didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. I Gde Sugianyar dan Kalabfor Mabes Polri Cabang Denpasar Kombes Pol. Muhibin.

Kalabfor Muhibin menyatakan sampel arak telah diperiksa di Lab Forensik Mabes Polri Cabang Denpasar. Hasilnya, kadar etanolnya mencapai 8,8 persen. Bahkan, yang paling parah adalah kadar metanolnya yang terbilang tinggi. Campurannya adalah arak juice lemon, minuman berinisial BP dan spritus. 'Biasanya, jika meminum minuman tersebut, dua hari kemudian baru akan terasa akibatnya. Reaksinya juga tergantung ketahanan tubuh seseorang. Memang sangat berbahaya,' papar Muhibin yang ahli dalam bidang kimia ini.

Selain melakukan olah TKP di rumah Gede Ad, penyidik juga melakukan hal yang sama di kawasan Batubulan, Gianyar dan Tabanan. Bahkan, penyidik akan melakukan tindakan tes urine, darah muntahan para korban serta miras yang ada dalam galon. (jayTabanan (Bali Post)

Korban Meninggal

- Putu Balik Sanjaya, Sempidi, Badung.
- Bram Ruhulesin, Sedap Malam, Denpasar.
- Ketut Gede Wira Budha Utama (38), Denpasar.
- Putu Mertadana (27), Tegal Belodan, Tabanan.
- Gusti Putu Surianta (31), Kesiut Kaja, Tabanan.
- I Wayan Moris Arta (39), Renon, Denpasar.
- Arya Yuniarsa (20), Denpasar.
- Budi Ariadi (31), Gerokgak, Buleleng.
- Nyoman Wilastra (18), Mengwi, Badung.
- I Komang Budiana (28), Tegal Belodan, Tabanan.
- Heru Muliono (27), Sidakarya, Denpasar.
- Tia (23), Renon, Denpasar.

*BP



Last edited by dyayu on Sun May 31, 2009 12:14 pm; edited 5 times in total

View user profile

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Mual dan Pandangan Kabur

Jumlah korban keracunan alkohol yang datang ke RS Sanglah sejak Senin (25/5) hingga Rabu (27/5) kemarin menjadi 22 orang. Namun, 12 orang di antaranya telah meninggal. Sementara itu hingga Rabu kemarin total pasien yang masih dalam perawatan ada delapan orang. Sebab, ada dua pasien yang pulang paksa.

Salah satunya Yani Latuperisa (43), warga Jalan Kapten Japa, Denpasar. Ia memutuskan untuk pulang dan menjalani rawat jalan. Akibat keracunan alkohol tersebut Yani terpaksa menjalani proses cuci darah.

Sementara itu Komang Jaya Atmaja (29), warga Banjar Tegal Delodan, Tabanan yang masuk RS Sanglah, Rabu kemarin, mengaku pandangannya kabur. 'Kenapa saya tidak bisa melihat apa-apa, dok?' tanyanya pada dokter saat sampel darahnya diambil.

Menurut istri korban, Kadek Ariasih, sang suami pada Minggu (24/5) lalu sempat minum-minum bersama delapan orang temannya. Dari delapan tersebut, dua orang di antaranya meninggal yaitu Mertadana dan Komang Rai Budana, sementara sisanya masuk RS Tabanan. 'Suami saya masuk RS Sanglah karena didatangi kepala desa yang kebetulan baca koran. Ia kemudian dilarikan ke RS Tabanan dan akhirnya dirujuk ke RS Sanglah,' ujar Ariasih.

Menurut Ariasih, suaminya memang sering minum-minum sehingga ketika ia mengeluh mual dan muntah dianggap biasa. 'Jadi karena dia suka minum, muntah dan mual sudah biasa. Dia juga mengeluhkan pandangannya kabur, namun karena sudah terbiasa minum, kami kira dia hanya mabuk. Dan, akhirnya kepala desa datang dan menunjukkan berita di koran,' ujar Ariasih.

Ia juga menambahkan, suaminya tersebut minum arak yang dibeli di warung. Arak yang dibeli biasanya dibungkus dengan kantung plastik, bukan botolan. 'Katanya arak tersebut asalnya dari Gerokgak,' imbuh Ariasih.

Menurut Ariasih, suami dan teman-temannya mencampur arak yang dibeli dengan minuman lain. 'Suami saya sudah merasakan ada yang aneh dengan rasa araknya. Pokoknya tidak seperti biasanya. Tetapi karena telanjur dibeli akhirnya diminum juga,' tutur Ariasih.

Sementara itu, salah satu kerabat dari korban meninggal Tia alias Ade Wina, menuturkan Tia sempat minum arak bersama sang pacar Sabtu (23/5) lalu. Araknya yang dibeli pun ternyata bukan dari kemasan botol, tetapi dibeli dengan dibungkus plastik. Mereka meminum arak dengan dicampur minuman lain pula. Tia yang bercerai dengan sang suami empat bulan lalu dan dikaruniai satu orang anak berumur 10 bulan ini bahkan sempat jalan-jalan ke pantai Minggu (24/5) sebelum akhirnya mengeluh pandangannya kabur dan masuk RS Sanglah, Senin (25/5) yang akhirnya meninggal. (san)



Last edited by dyayu on Fri May 29, 2009 2:26 pm; edited 1 time in total

View user profile

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Pesta di Dua Tempat

Pesta miras di dua tempat di Tabanan benar-benar membawa bencana. Pesta miras pertama dilakukan sekelompok laki-laki di Warung Pak Kunil, Jalan Anggrek, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, Tabanan, Minggu (24/5) lalu sekitar pukul 14.00 wita. Di lokasi ini telah merenggut dua korban meninggal dan belasan lainnya masuk rumah sakit. Sehari sebelumnya, Sabtu (23/5), pesta miras juga terjadi di tempat biliar milik Pak Harum di Banjar Kesiut Kawan, Desa Kesiut, Kerambitan yang menelan satu orang meninggal dan lainnya masuk RS.

Dari penyelidikan polisi sebetulnya ada 18 orang yang terlibat dalam pesta miras di dua tempat dan waktu yang berbeda tersebut. Tewasnya dua orang di Banjar Tegal Delodan, Desa Dauh Peken, Tabanan ini membuat pengurus desa blingsatan. Korban pertama masuk RS adalah Komang Budiana, setelah diserang pening dan muntah-muntah, dia dilarikan ke RS Dharma Kerthi Tabanan, Selasa (26/5) sekitar pukul 21.00 wita, lanjut rujuk ke RS Sanglah, dan meninggal pukul 00.00. Budiana menyusul rekannya yang terlebih dulu masuk RS Sanglah, yakni Putu Mertadana alias Liong yang dibawa ke RS Tabanan, Selasa (26/5) sekitar pukul 10.00, dan dirujuk ke RS Sanglah dan meninggal pukul 19.00 wita.

Dengan meninggalnya dua pemuda di Banjar Tegal Delodan, Desa Dauh Peken, Tabanan ini, membuat rekan-rekannya ketakutan. Mereka pun dibawa ke RS Tabanan oleh Perbekel Dauh Peken I Gusti Komang Wastana.

Mereka yang dilarikan ke RS oleh perbekel adalah Kadek Wijaya (28), Kolirudin (26), Komang Restika (30), Gede Muliarta (22), Nengah Supriana (24), Made Sukanaya (31), Ketut Ariana (27), Kade Wijaya (28) dan Wayan Riada (44). Satu orang menyusul ke RS Tabanan adalah Ketut Durasa (24), yang dilarikan sekitar pukul 09.00 wita pagi kemarin. Durasa karena kondisinya baik bisa langsung pulang, sementara rekannya yang lain masih dirawat di RS Tabanan.

Sementara kelompok Kesiut, terungkap minum-minum dengan jumlah enam orang. Mereka minum sekitar pukul 15.00 wita. Total arak yang diminum sekitar enam botol. Miras tersebut juga dicampur dengan minuman lain. (kmb14)



Last edited by dyayu on Fri May 29, 2009 2:27 pm; edited 2 times in total

View user profile

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Diduga Dicampur Spritus

DARI gejala umum pasien keracunan alkohol yang datang ke RS Sanglah yaitu mual, pusing, pandangan mata kabur hingga gagal ginjal, merupakan ciri-ciri dari keracunan metanol atau umumnya dikenal sebagai spritus. 'Dalam golongan alkohol yang bisa diminum adalah etil alkohol. Sementara jika dilihat dari gejala pasien yang umumnya mengalami gangguan penglihatan, bisa dikatakan ada campuran metanol atau spritus pada arak yang diminum,' ujar dokter forensik RS Sanglah, dr. Made Maker, Sp.F., Rabu (27/5) kemarin.

Metanol yang lebih dikenal dengan spritus atau metil alkohol jika dikonsumsi tubuh bisa terurai menjadi dua senyawa yaitu asam formiat dan acetaldehyde. 'Acetaldehyd bisa mengakibatkan kebutaan karena merusak sel retina dan saraf otak, sementara yang biasanya menyebabkan kematian adalah asam formiat. Asam formiat merupakan bahan dasar formalin dan jika berada di dalam tubuh bisa menyebabkan darah menjadi asam dan akhirnya mengganggu metabolisme tubuh,' jelas Maker. Batas metanol yang ditoleransi oleh tubuh adalah 200 ppm.

Dilanjutkan Maker, keracunan metanol murni penangkalnya justru adalah etil alkohol atau arak dengan kadar alkohol 50%. Etil alkohol bisa langsung diberikan secara oral sebanyak 1,5 cc per kilo berat badan atau bisa juga melalui infus. Etil alkohol berfungsi menghambat proses perubahan metanol menjadi senyawa asam. 'Namun hal berbeda terjadi jika arak dicampur metanol kemudian diminum. Pencampuran di luar bisa menyebabkan sifat racun metanol semakin kuat,' jelas Maker.

Sementara itu, menurut Kepala IRD RS Sanglah dr. Kuning Atdmadjaya, Sp.B., dari pasien yang dirawat belum ada satu pun yang mau mengaku di mana mereka membeli arak yang diminumnya. 'Setiap ditanya mereka pasti diam,' ujar Kuning.

Namun dari ciri-ciri umum penderita yang datang, menurut Kuning, merupakan gejala keracunan metanol. 'Namun itu harus dipastikan lewat pemeriksaan lab. Untuk penyebab kematian juga harus diketahui pemeriksaan otopsi. Tetapi sampai sekarang belum ada pihak dari keluarga korban yang mau melakukan proses otopsi,' jelas Kuning.

Terjadinya gagal ginjal pada beberapa korban, menurut Kuning, karena sifat dari metil alkohol yang terurai dalam tubuh memengaruhi produksi hormon yang ada di otak. 'Sifat ini memengaruhi otak untuk memproduksi hormon yang mencegah ginjal memproduksi air kencing. Karena tidak kencing-kencing, ginjal bisa rusak. Kalau hanya alkohol atau etil alkohol saja tidak sampai merusak ginjal secepat itu. Diduga alkohol yang diminum korban dicampur dengan metanol,' imbuh Kuning. (kmb24)

View user profile

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Distributor Arak di Abiansemal Diperiksa Polisi

POLISI terus bergerak untuk mengumpulkan barang bukti, baik di lokasi tempat pesta miras, pengecer arak, bahkan distributornya. Hingga Rabu (27/5) sore kemarin, lebih dari 15 jeriken arak diamankan di Mapolres Tabanan. Selain itu, tiga orang telah diamankan dan tengah diminta keterangannya secara intensif. Ketiga orang itu adalah dua orang pengecer dan satu distributor arak.

Seseorang yang diduga kuat sebagai distributor I Nyoman Bud alias Pak Irak beralamat di Banjar Badung, Desa Ayunan, Abiansemal. Dua orang lagi adalah Gede Wir alias Wawan dan I Wayan Sup alias Pak Sepi. Pak Sepi beralamat di Jalan Durian, Desa Delod Peken, Tabanan. Sementara Wawan beralamat di Jalan Mawar, Bongan Pala.

Di hadapan polisi, Wawan mengaku telah menjual minuman keras berupa arak Lumbung Padi didapat dari membeli di UD THK berlokasi di Jalan Panji, Dalung, Badung seharga Rp 16 ribu per botol. Selain itu, ia juga menjual arak api dalam kemasan jeriken yang dibeli dari Pak Wayan dari Karangasem seharga Rp 7.000/botol. Wawan lanjut menjual kepada Pak Sepi degan harga Rp 10 ribu per botol. Diakui Pak Sepi, arak memang laris dan laku keras, sehingga ia berani menjual arak api tanpa izin.

Ketiganya, menurut Kasatreskrim Polres Tabanan AKP Leo Martin Pasaribu, sedang diperiksa intensif sambil menunggu hasil dari labfor. 'Masih kami periksa intensif, apakah nantinya akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak tergantung juga dari hasil labfor,' ujar Leo.

Pihaknya juga mengaku masih mengejar sejumlah BB pada sejumlah tempat. Untuk sementara pihaknya sudah mengamankan lebih dari 15 jeriken arak api yang disita dari sejumlah tempat, termasuk sedikit dari lokasi pesta miras.

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan ketika olah labfor berlangsung di Jalan Durian Tabanan, ada banyak jeriken yang diduga berisi arak di warung itu.

Ketika ditanya apakah ada indikasi pencampuran arak itu dengan minuman lain sehingga beracun, Leo belum berani memastikan karena masih menunggu hasil Labfor Polda Bali. Namun, para pedagang dan pengecer mengaku tidak mencampur arak itu. (kmb14)



Last edited by dyayu on Fri May 29, 2009 2:28 pm; edited 1 time in total

View user profile

6 Korban Miras Oplosan Jadi 16 Orang on Fri May 29, 2009 9:23 am

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Berdasarkan data sementara di RS Sanglah, jumlah total pasien meninggal akibat miras oplosan hingga pukul 12.00 wita Kamis (28/5) kemarin mencapai 16 orang. Demikian dijelaskan Kepala Instalasi Forensik RS Sanglah dr. I.B. Putu Alit, Sp.F.,DFM.

Kamis kemarin IRD Medik RS Sanglah menerima lagi delapan pasien baru akibat keracunan miras oplosan, di mana tiga di antaranya meninggal dunia. Tiga pasien yang meninggal Kamis kemarin adalah Gusti Putu Natih (37) warga Umadwi Padangsambian, Arfan Dadi (35) dari Jalan Tunggak Beringin Sanur dan Dandum Prasetyawan (23) dari Banjar Padang Tawang. Sementara empat pasien baru yang mendapatkan perawatan di RS Sanglah adalah Made Sujana (25) dari Banjar Benong Mengwi, Made Hari Wijaya (40) dari Dalung Kuta, Dharmaputra (19) dari Jalan Pulau Misol Gg. I, Komang Sutawan (23) dari Jalan Tirta Akar Gang Musola dan Kusnaidi (18) warga Jalan Gunung Soputan.

Menurut keterangan ibu Sujana, anaknya tersebut sempat minum-minum bersama temannya di Banjar Gulingan, Mengwi. 'Tetapi anak saya tidak tahu dari mana asal minuman keras tersebut, karena saat datang minumannya sudah ada,' tutur sang ibu. Sujana menderita gejala klinis seperti pasien keracunan miras yang lain yaitu mual, muntah dan mengalami kabur pada penglihatan.

Sementara Kusnaidi yang kini dirawat di Ruang Angsoka mengaku membeli arak di langganannya. 'Kami membeli arak sebanyak 3 liter di warung air minum isi ulang yang nyambi jual arak,' ujarnya. Ia mengaku minum bersama Gusti Putu Natih yang meninggal Kamis kemarin bersama empat temannya yang lain. Menurutnya, hanya dirinya dan Natih yang masuk RS, sementara empat temannya masih baik-baik saja.

Sementara itu dari 16 pasien meninggal, hanya satu orang yang menjalani proses otopsi. (kmb24)

View user profile

7 Korban Bertambah di Tabanan dan Bangli on Fri May 29, 2009 9:39 am

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Korban arak oplosan terus berjatuhan di Tabanan. Setelah sebelumnya tiga orang tewas, kini Luki (41) warga Jalan Cendrawasih 14 Tegal Baleran, Tabanan juga tewas di UGD RSUD Tabanan setelah menenggak arak di rumah kosnya.

Bapak empat anak itu Rabu (27/5) siang minum arak di depan rumah kosnya, namun tidak diketahui ia membeli di mana. Sekitar pukul 15.00 wita bersama istrinya, Luki mendorong gerobak jualan lalapan ke Pasar Senggol, Tabanan. Tiba-tiba Luki sesak napas lemas dan terjatuh. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Dharma Kerti. Karena kondisinya kritis, Luki dirujuk ke RSUD Tabanan. Berbagai upaya dilakukan tim medis, namun tak membuahkan hasil. Kondisi Luki makin menurun dan sekitar pukul 20.00 wita, ia mengembuskan napas terakhir.

Sementara itu di BRSU Tabanan hingga kemarin masih ada lima korban arak yang masih dirawat inap. Empat orang lainnya dinyatakan sehat dan boleh pulang.

Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Leo Martin Pasaribu mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendalaman kasus ini. Sementara tiga orang penjual arak yang sebelumnya diamankan masih berstatus saksi.

Di Bangli

Sementara itu, Jero Armada (28) warga Banjar Serongga Desa Songan, Kintamani, Kamis (28/5) kemarin meninggal di RSU Bangli. Diduga kuat korban telah meregang nyawa sebelum mendapat pertolongan tim medis RSU tersebut.

Kuat dugaan kematian korban akibat pesta miras oplosan pada salah satu rumah kos temannya di wilayah Sanur, Denpasar. Menurut sejumlah kerabat korban, Armada datang dari Denpasar satu hari sebelumnya. Malamnya, korban mengeluh dan mengalami muntah-muntah. Akibat kondisi itu keluarga korban memutuskan untuk merujuknya ke RSU Bangli. Setibanya di UGD RSU Bangli sekitar pukul 06.30 wita kemarin, oleh tim medis korban dinyatakan sudah tidak bernyawa.

Kasat Reskrim Polres Bangli AKP I Nengah Kariasa menyatakan korban meningal diduga akibat menenggak miras oplosan. (kmb14/kmb17) *BP

View user profile

8 Re: Kasus Miras Oplosan : Korban Miras Oplosan on Sun May 31, 2009 12:07 pm

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Warga Inggris Ikut Jadi Korban Miras

Korban tewas akibat minuman keras (miras) Sabtu (30/5) kemarin, bertambah dua orang. Salah satu dari korban meninggal merupakan warga asal Inggris, Alan Colin (59), yang tinggal di Banjar Tibubeneng, Canggu. Satu lagi Bernadus Darmawan (31) warga BTN Canggu, Permai.

Alan datang ke RS Sanglah dalam kondisi kritis dan sempat mengalami kejang-kejang sekitar pukul 11.00 wita. Namun meski sudah berusaha ditolong oleh tim dokter dan sempat mendapatkan bantuan pernapasan, nyawa Alan tidak bisa diselamatkan. Ia meninggal sekitar pukul 12.00 wita.

Menurut keterangan istrinya, Sumarni, suaminya memang mempunyai kebiasan minum arak orange. 'Dia memang suka minum arak orange. Dia sempat muntah-muntah,' ujar Sumarni.Menurutnya, sang suami memang punya penyakit batuk dan sudah tiga hari ini tidak enak badan.
Meski dinyatakan belum meminum arak orange yang dibelinya, namun sekitar pukul 05.00 wita, Sabtu (30/5) kemarin, Sumarni melihat suaminya muntah-muntah bercampur darah. 'Ia juga mengeluh kalau pandangannya kabur. Namun meski sudah muntah-muntah, ia tetap tidak mau dibawa ke dokter. Sampai akhirnya siang tadi kondisinya makin buruk,' ujarnya.

Dari informasi yang didapatkan Bali Post secara klinis Alan menderita gejala keracunan metanol. Ia meninggal sekitar pukul 12.00 wita dan hingga kemarin, jenazahnya masih dititipkan di Kamar Jenazah RS Sanglah.

Selain dua korban meninggal, empat pasien dengan gejala keracunan metanol masih dirawat di RS Sanglah. Tiga pasien itu yaitu Made Juliana (37) warga Jalan Tukad Nyali Sanur, Nyoman Bujana (31) warga Jalan Imam Bonjol, dan Wayan Arinarta (49) warga Banjar Jempiring Mengwi, Badung masuk Jumat (29/5) dan satu pasien yakni Lia Lestari warga Pulau Serangan Denpasar masuk RS Sanglah Sabtu (30/5) kemarin.

Hingga Sabtu kemarin, total pasien akibat keracunan metanol yang datang ke RS Sanglah mencapai 41 orang dengan 20 meninggal. Dari korban meninggal, 18 meninggal di RS Sanglah, dua lagi di Tabanan, dan Bangli. (kmb24)

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Post new topic  Reply to topic

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum