1
Kasus Miras Oplosan : Korban Miras Oplosan on Thu May 28, 2009 1:59 pm
Miras Sangat Mudah Didapatkan
PEREDARAN miras bebas dijual di masyarakat ternyata bukan isapan jempol. Berdasarkan penyusuran di masyarakat, miras memang mudah didapatkan. Selain miras berlabel, arak api merupakan minuman laris manis terutama diburu oleh peminum yang berkantong tipis. Selain itu, bir merupakan alternatif kedua di samping berbagai jenis miras dengan harga miring.
Miras jenis arak api memang banyak dijual di warung-warung kecil. Jenis ini memang laris manis sehingga banyak pedagang yang mengecer dalam bentuk kemasan botol minuman atau plastik tanggung. Yang meminum pun biasanya lebih banyak yang berkantong tipis dan mabuk di pinggir jalan atau balai banjar. Kematian sejumlah peminum arak oplosan ternyata tidak menyurutkan niat banyak warga untuk menenggak arak api ini. Walau pedagang sedikit waswas dengan berita kematian sejumlah warga itu, namun banyak yang masih menjual arak walau dengan sedikit sembunyi-sembunyi.
Sementara itu, jika arak api banyak ditemukan di warung-warung kecil, miras berlabel banyak dijual di toko-toko dan kafe-kafe yang bertebaran, baik yang berizin maupun tidak. Sejumlah kafe di berbagai pelosok memang menjual miras sebagai jualan utama. Kebanyakan yang dijual adalah miras berlabel, tetapi dengan harga yang masih terjangkau. Bahkan, di sejumlah toko dan kafe, miras produksi pabrik tidak sulit dijumpai.
Korban Miras Oplosan Jadi 12 Orang
Korban tewas akibat keracunan miras jenis arak yang dicampur metanol bertambah menjadi 12 orang. Sebelumnya, pihak RS Sanglah menyatakan ada enam orang yang dinyatakan meninggal dunia akibat miras oplosan sejak Senin-Selasa (25-26/5). Namun dari data terbaru yang dikeluarkan pihak terkait, sejak Minggu (24/5) korban miras oplosan berjumlah 12 orang.
'Dari 16 orang yang terdata di Polda Bali, sebanyak 12 orang yang meninggal hingga hari ini. Sisanya masih ada dirawat di RS Sanglah dan ada yang sudah pulang paksa,' ujar Dir. Narkoba Polda Bali Kombes Pol. Kokot Indarto ketika jumpa pers di Mapolda Bali, Rabu (27/5) kemarin.
Kejadian yang sempat membuat warga gempar ini rupanya dengan cepat direspons pihak kepolisian. Pasukan Dit. Narkoba Polda Bali dan Poltabes Denpasar langsung melakukan pencarian lokasi kejadian. Sebab, para korban yang dibawa ke RS Sanglah tidak begitu tahu di mana kejadian sebenarnya. Begitu mengetahui satu TKP yang berlokasi di rumah kos-kosan Gede Ad di Jalan Sutoyo, Denpasar, tim gabungan langsung melakukan olah TKP. Di tempat itu, ternyata sedang berlangsung pesta miras dalam rangka ulang tahun (ultah).
'Kami menemukan barang bukti berupa satu galon air mineral yang di dalamnya berisi dua liter arak, satu botol sirup dan satu gelas bekas yang digunakan menuangkan miras. Barang bukti tersebut diamankan pihak Poltabes Denpasar untuk diteliti lebih lanjut,' ungkap Kombes Kokot Indarto didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. I Gde Sugianyar dan Kalabfor Mabes Polri Cabang Denpasar Kombes Pol. Muhibin.
Kalabfor Muhibin menyatakan sampel arak telah diperiksa di Lab Forensik Mabes Polri Cabang Denpasar. Hasilnya, kadar etanolnya mencapai 8,8 persen. Bahkan, yang paling parah adalah kadar metanolnya yang terbilang tinggi. Campurannya adalah arak juice lemon, minuman berinisial BP dan spritus. 'Biasanya, jika meminum minuman tersebut, dua hari kemudian baru akan terasa akibatnya. Reaksinya juga tergantung ketahanan tubuh seseorang. Memang sangat berbahaya,' papar Muhibin yang ahli dalam bidang kimia ini.
Selain melakukan olah TKP di rumah Gede Ad, penyidik juga melakukan hal yang sama di kawasan Batubulan, Gianyar dan Tabanan. Bahkan, penyidik akan melakukan tindakan tes urine, darah muntahan para korban serta miras yang ada dalam galon. (jayTabanan (Bali Post)
Korban Meninggal
- Putu Balik Sanjaya, Sempidi, Badung.
- Bram Ruhulesin, Sedap Malam, Denpasar.
- Ketut Gede Wira Budha Utama (38), Denpasar.
- Putu Mertadana (27), Tegal Belodan, Tabanan.
- Gusti Putu Surianta (31), Kesiut Kaja, Tabanan.
- I Wayan Moris Arta (39), Renon, Denpasar.
- Arya Yuniarsa (20), Denpasar.
- Budi Ariadi (31), Gerokgak, Buleleng.
- Nyoman Wilastra (18), Mengwi, Badung.
- I Komang Budiana (28), Tegal Belodan, Tabanan.
- Heru Muliono (27), Sidakarya, Denpasar.
- Tia (23), Renon, Denpasar.
*BP
Last edited by dyayu on Sun May 31, 2009 12:14 pm; edited 5 times in total







