BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

Post new topic  Reply to topic

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Pariwisata Stabil, Waspadai Ancaman Terorisme on Thu Jul 16, 2009 11:41 am

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Di tengah bayang-bayang krisis global dan pandemi flu A (H1N1), pariwisata Bali cukup stabil dan tumbuh signifikan. Sepanjang Januari - Juni 2009, kunjungan wisman ke Bali naik sekitar 13 persen, kendati secara nasional hanya naik 2 persen. Momentum ini tentu patut disyukuri dan diharapkan bisa dipertahankan sampai akhir tahun.

Di balik semua itu, Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Bali Brigjen (Pol) Purn. Nyoman Gede Suweta mengingatkan agar komponen masyarakat Bali tetap waspada terhadap ancaman keamanan, termasuk terorisme. "Kewaspadaan kita, baik aparatur keamanan, pemda maupun masyarakat tak boleh kendur," ujar Suweta di Denpasar, Rabu (15/7) kemarin.

Menurut mantan Wakapolda Bali ini, lemahnya kewaspadaan biasanya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, termasuk para teroris untuk membuat kekacuan. Salah satu indikasi kurangnya kewaspadaan itu, tercermin dari makin meningkatnya kriminalitas di Bali belakangan ini. "Mencegah lebih baik daripada memberantas kejahatan," ujar Suweta.

Dia menjelaskan, ada sejumlah elemen pokok dalam membangun sistem keamanan untuk pencegahan. Antara lain, mensinergikan semua stakeholder (aparatur keamanan, pemda dan masyarakat) dengan memperhatikan aspek budaya tradisi dan adat. Upaya pencegahan seyogianya berjalan pada koridor aturan dan hukum.

Dalam membangun sistem keamanan, harus berbasis masyarakat dengan memanfaatkan keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi secara optimal. "Di dalamnya kita menggunakan pendekatan prinsip keamanan bersama, di mana masyarakat sendiri harus ditempatkan sebagai subjek dan bukan objek semata," ujar Suweta.

Lebih jauh dia menilai sistem keamanan di Bali saat ini masih sangat longgar. Demikian pula kesadaran masyarakat, termasuk kalangan pengusaha pariwisata. Dia menyayangkan pandangan pemilik atau manajemen hotel atau usaha wisata lainnya yang menilai perangkat keamanan sebagai cost, bukan sebagai investasi.

Padahal, kalau belajar dari pengalaman selama ini, ketika gangguan keamanan muncul, terutama dalam kasus ledakan bom, semua pihak baru sadar betapa pentingnya aspek keamanan bagi suatu destinasi wisata. "Alangkah baiknya kalau kita berusaha mencegahnya. Kita bisa menekan biaya ekonomi dan biaya sosial yang mungkin terjadi," ujar Suweta.

Berbicara soal terorisme, mantan perwira tinggi Polri ini mengatakan, potensinya masih ada. Sekadar mengingatkan, belum lama ini Densus 88 Mabes Polri sempat menangkap tersangka teroris di Cilacap, Jateng. Bagi Polri, perburuan terhadap teroris akan tetap dilaksanakan. Namun tanpa bantuan masyarakat, hasilnya kurang optimal.

Di Bali, dianjurkan agar jangan hanya mengandalkan siskamling, tetapi membangun jaringan pencegahan. "Misalnya, pemilik kos-kosan harus melaporkan penyewanya kepada pimpinan banjar setempat, mengetahui dengan jelas identitas, asalnya dari mana, profesinya apa dan lainnya sehingga mudah diawasi," imbau Suweta. (056)

sumber: BaliPost

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Post new topic  Reply to topic

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum