BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

Post new topic  Reply to topic

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
BERANGKAT dari upaya untuk selalu meningkatkan kualitas garapan seni, pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXI ini dibentuk tim kurator. Tim kurator ini bertugas untuk melakukan seleksi. Melalui seleksi inilah diharapkan tampilan PKB lebih baik dan mutunya semakin meningkat.

Tim kurator PKB XXXI, Prof. Dr. Wayan Dibia dan Kadek Suardana, Sabtu (6/6) kemarin, mengatakan tim telah berupaya untuk melakukan seleksi terhadap garapan seni yang ditampilkan dalam PKB. Dengan demikian, di ajang PKB ini tampil puncak-puncaknya kesenian. 'Melalui seleksi ini kita berupaya mengarahkan seni itu pada relnya. Memang perlu ada pengembangan, tetapi pengembangan seni itu hendaknya betul-betul terarah --kemasannya berkembang tetapi esensi tetap,' tambah Kadek Suardana.

Dalam PKB XXXI yang berlangsung 13 Juni-11 Juli 2009 ini ditampilkan berbagai parade seni seperti parade gong kebyar wanita, parade gong kebyar anak-anak dan parade gong kebyar dewasa, parade ngelawang, parade angklung kebyar, parade topeng prembon, di samping berbagai kesenian kontemporer, drama gong, selonding, wayang kulit, janger, joged bumbung, arja, calonarang, gambang dan sebagainya.

Kenapa tidak dilombakan saja? Prof. Dibia dan Suardana mengatakan dengan diparadekan masing-masing peserta akan menampilkan ciri khas daerahnya masing-masing. Jadi, dengan parade kita akan dapat merayakan keragaman. Jika dilombakan akan ada stil yang sama (cenderung ke arah penyeragaman) karena terikat pada kriteria. Berangkat dari misi itulah pihak panitia memparadekan gong kebyar dan materi seni lainnya. Bali walaupun kecil, kata Dibia, memiliki beragam seni yang ciri khasnya beragam pula antara satu kabupaten dengan kabupaten/kota yang lain. Melalui parade, diharapkan ciri khas yang beragam itu dapat ditampilkan utuh. 'Keragaman itu karakter bangsa kita. Lewat PKB inilah kita akan merayakan keragaman itu. Melalui PKB kita muliakan semangat kebhinekaan itu,' kata Dibia yang guru besar ISI Denpasar.

Supaya ada unsur edukasinya, seminggu sekali akan ada dialog seni di arena PKB. 'Melalui dialog itu kita memberi ruang kepada para penonton untuk bertanya dan memberikan komentar terhadap kesenian yang telah mereka apresiasi,' katanya.
Selain garapan seni, dalam PKB ini akan ditampilkan kuliner masing-masing daerah. Keragaman menu makanan dan minuman masing-masing kabupaten/kota juga ditonjolkan.

Kasubdis Kesenian dan Film Dinas Kebudayaan Bali Made Santha, S.E., M.Si., menambahkan para peserta akan menampilkan makanan khas masing-masing kabupaten/kota. Di situ akan ada serombotan khas Klungkung, babi guling khas Gianyar, sate kakul khas Denpasar, siobak khas Singaraja, dan sebagainya. Melalui penampilan kuliner ini generasi muda Bali akan lebih memahami masakan khas para leluhurnya. (08)

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Post new topic  Reply to topic

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum