1
Sehari, Lima Suspect Flu Babi Masuk RS Sanglah on Fri Jul 17, 2009 2:29 pm
Penyebaran virus flu babi makin mencemaskan. Sebab, Rabu kemarin (15/7) RS Sanglah, Bali, kembali menerima lima pasien suspect flu babi. Dua di antara mereka adalah warga negara Indonesia (WNI). Tiga penderita yang lain adalah warga negara asing (WNA). Kelima pasien tersebut adalah MV, 18 (Belanda); JS, 32 (Jakarta); ER, 11 (Australia); SD, 20 (Denpasar); dan MF, 43 (Australia). Begitu masuk, kelimanya dirawat di ruang isolasi Sal Nusa Indah. Dengan tambahan tersebut, kini ada 12 pasien suspect flu babi yang dirawat di ruang Nusa Indah RS Sanglah. Kasubag Humas RS Sanglah dr IGNA Putra Wibawa yang dikonfirmasi mengatakan, kemarin konsisi pasien yang datang terlebih dahulu dengan keluhan batuk dan panas menjalani perawatan di ruang isolasi sudah membaik.
Termasuk pasien suspect flu babi asal Denpasar berinisal MS, 49. MS, warga Juwet Sari, Denpasar, yang dievakuasi ke RS Sanglah pada Senin lalu (13/7) itu sudah dipindahkan ke ruang VIP Sanjiwani karena dinyatakan membaik. Selain itu, hasil laboratorium regional menyatakan bahwa pasien negatif flu babi. ''Sampai saat ini kondisi pasien dalam keadaan membaik,'' jelas Putra. Terkait kematian Slamet Subagyo yang dinyatakan suspect flu babi, dr Putra mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil konfirmasi tiga hari sejak pasien dirawat.
Nanti kami sampaikan,'' janjinya. Mengenai alasan dinyatakannya suspect bagi korban meninggal, dia mengatakan karena pasien sempat berkunjung ke Singapura yang oleh WHO dinyatakan sebagai kawasan terkonfirmasi positif flu A H1N1. Sementara, meluasnya penyebaran virus flu A H1N1 (swine flu) di Bali belum menggerakkan Gubernur Made Mangku Pastika mengeluarkan kebijakan baru. Setelah menerima kunjungan Komisi III DPR di Wiswasabha Rabu kemarin, Pastika hanya berharap agar para petugas tetap mengacu kepada prosedur yang ditetapkan WHO.
Kegiatan screening terus dilakukan. Semua tenaga medis dan peralatan lain juga sudah dilipatgandakan. Jadi, yang diharapkan, semua waspada karena virus ini kan sulit ditekan karena menular dari manusia ke manusia,'' terangnya. Merebaknya kasus flu babi di Bali juga sempat memunculkan kabar bahwa Bandara Internasional Ngurah Rai ditutup beberapa waktu. Namun, kabar itu buru-buru diluruskan Kepala Humas Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Tuban, Dimyati. Dimyati yang dikonfirmasi via telepon Rabu siang (15/7) mengatakan, hingga kini pihaknya belum mengeluarkan kebijakan terkait penutupan bandara. ''Kepastian keputusan penutupan bandara itu hingga kini belum ada,'' jelasnya. *RRI
Termasuk pasien suspect flu babi asal Denpasar berinisal MS, 49. MS, warga Juwet Sari, Denpasar, yang dievakuasi ke RS Sanglah pada Senin lalu (13/7) itu sudah dipindahkan ke ruang VIP Sanjiwani karena dinyatakan membaik. Selain itu, hasil laboratorium regional menyatakan bahwa pasien negatif flu babi. ''Sampai saat ini kondisi pasien dalam keadaan membaik,'' jelas Putra. Terkait kematian Slamet Subagyo yang dinyatakan suspect flu babi, dr Putra mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil konfirmasi tiga hari sejak pasien dirawat.
Nanti kami sampaikan,'' janjinya. Mengenai alasan dinyatakannya suspect bagi korban meninggal, dia mengatakan karena pasien sempat berkunjung ke Singapura yang oleh WHO dinyatakan sebagai kawasan terkonfirmasi positif flu A H1N1. Sementara, meluasnya penyebaran virus flu A H1N1 (swine flu) di Bali belum menggerakkan Gubernur Made Mangku Pastika mengeluarkan kebijakan baru. Setelah menerima kunjungan Komisi III DPR di Wiswasabha Rabu kemarin, Pastika hanya berharap agar para petugas tetap mengacu kepada prosedur yang ditetapkan WHO.
Kegiatan screening terus dilakukan. Semua tenaga medis dan peralatan lain juga sudah dilipatgandakan. Jadi, yang diharapkan, semua waspada karena virus ini kan sulit ditekan karena menular dari manusia ke manusia,'' terangnya. Merebaknya kasus flu babi di Bali juga sempat memunculkan kabar bahwa Bandara Internasional Ngurah Rai ditutup beberapa waktu. Namun, kabar itu buru-buru diluruskan Kepala Humas Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Tuban, Dimyati. Dimyati yang dikonfirmasi via telepon Rabu siang (15/7) mengatakan, hingga kini pihaknya belum mengeluarkan kebijakan terkait penutupan bandara. ''Kepastian keputusan penutupan bandara itu hingga kini belum ada,'' jelasnya. *RRI







