1
Film 'The Water Horse: Legend of The Deep' on Fri Feb 13, 2009 4:34 pm
Kisah Persahabatan Bocah dengan Hewan Purba
Denpasar - Sebuah film fantasi yang cocok ditonton keluarga bertajuk 'The Water Horse: Legend of The Deep' kini sedang diputar di bioskop di Denpasar. Film ini dibintangi Emily Watson, Alex Etel, Ben Chaplin, dan David Morissey.
Film ini mengangkat tema persahabatan antara bocah kesepian dengan seekor binatang raksasa yang unik. Film adaptasi novel anak-anak karya Dick-King Smith yang disutradarai Jay Russell ini menceritakan sebuah legenda tentang kuda air yang juga dikenal dengan Loch Ness -- seekor hewan mamalia yang menurut mitos pernah hidup di zaman purba.
Dengan penuturan yang cerdas dan kisah menyentuh hati, film berdurasi 111 menit ini dapat dinikmati orang dewasa maupun anak-anak. Apalagi ditunjang teknik computer-generated imagery oleh tim yang sama dengan serial "The Chronicles of Narnia", Crusoe -- sebutan untuk monster Loch Ness itu -- terlihat menawan, sejak masih kecil hingga menjadi besar.
Special effects-nya benar-benar menyatu dengan cerita yang ada. Makanya tak heran, film yang dirilis pada 25 Desember 2007 di Amerika Serikat ini langsung mendapat dua nominasi visual efek terbaik di ajang Piala Oscar.
Temukan Telur
Mengambil berlatar belakang perang dunia kedua, film ini berkisah tentang Angus MacMorrow (Alex Etel), seorang anak lelaki dari Skotlandia. Angus tinggal bersama ibunya (Emily Watson), kakak perempuannya (Priyanka Xi), dan seorang pria yang bekerja pada keluarga Mcmorrow bernama Lewis Mowbray (Ben Chaplin) yang juga mantan tentara, serta Kapten Hamilton (David Morissey) pemimpin tentara Skotlandia yang bermarkas di rumah MacMarrow.
Suatu hari, Angus yang kesepian dan belum dapat menerima kematian ayahnya yang meninggal dalam perang, menemukan sebutir telur berukuran besar di tepi pantai. Ketika membawa pulang ke rumah, telur tersebut menetas dan lahirlah mamalia purba Water Horse atau Loch Ness yang diberi nama Crusoe oleh Angus.
Masalah mulai muncul ketika Crusoe tumbuh pesat. Bathtub sudah tidak cukup lagi, Crusoe pun dipindahkan ke danau dekat rumah Angus. Keadaan bertambah buruk saat Kapten Hamilton melakukan latihan militer ke danau dengan menembakkan meriam-meriam. Crusoe yang tadinya jinak berubah menjadi liar dan galak. Ia menyerang siapa saja termasuk tuannya, Angus.
Kapten Hamilton sendiri akhirnya menganggap Crusoe membahayakan. Angus pun berusaha melepaskan Crusoe di lautan lepas. Berhasilkah Angus membawa Crusoe sampai ke perbatasan laut yang dijaga oleh sepasukan tentara? (kpl/tin)
Denpasar - Sebuah film fantasi yang cocok ditonton keluarga bertajuk 'The Water Horse: Legend of The Deep' kini sedang diputar di bioskop di Denpasar. Film ini dibintangi Emily Watson, Alex Etel, Ben Chaplin, dan David Morissey.
Film ini mengangkat tema persahabatan antara bocah kesepian dengan seekor binatang raksasa yang unik. Film adaptasi novel anak-anak karya Dick-King Smith yang disutradarai Jay Russell ini menceritakan sebuah legenda tentang kuda air yang juga dikenal dengan Loch Ness -- seekor hewan mamalia yang menurut mitos pernah hidup di zaman purba.
Dengan penuturan yang cerdas dan kisah menyentuh hati, film berdurasi 111 menit ini dapat dinikmati orang dewasa maupun anak-anak. Apalagi ditunjang teknik computer-generated imagery oleh tim yang sama dengan serial "The Chronicles of Narnia", Crusoe -- sebutan untuk monster Loch Ness itu -- terlihat menawan, sejak masih kecil hingga menjadi besar.
Special effects-nya benar-benar menyatu dengan cerita yang ada. Makanya tak heran, film yang dirilis pada 25 Desember 2007 di Amerika Serikat ini langsung mendapat dua nominasi visual efek terbaik di ajang Piala Oscar.
Temukan Telur
Mengambil berlatar belakang perang dunia kedua, film ini berkisah tentang Angus MacMorrow (Alex Etel), seorang anak lelaki dari Skotlandia. Angus tinggal bersama ibunya (Emily Watson), kakak perempuannya (Priyanka Xi), dan seorang pria yang bekerja pada keluarga Mcmorrow bernama Lewis Mowbray (Ben Chaplin) yang juga mantan tentara, serta Kapten Hamilton (David Morissey) pemimpin tentara Skotlandia yang bermarkas di rumah MacMarrow.
Suatu hari, Angus yang kesepian dan belum dapat menerima kematian ayahnya yang meninggal dalam perang, menemukan sebutir telur berukuran besar di tepi pantai. Ketika membawa pulang ke rumah, telur tersebut menetas dan lahirlah mamalia purba Water Horse atau Loch Ness yang diberi nama Crusoe oleh Angus.
Masalah mulai muncul ketika Crusoe tumbuh pesat. Bathtub sudah tidak cukup lagi, Crusoe pun dipindahkan ke danau dekat rumah Angus. Keadaan bertambah buruk saat Kapten Hamilton melakukan latihan militer ke danau dengan menembakkan meriam-meriam. Crusoe yang tadinya jinak berubah menjadi liar dan galak. Ia menyerang siapa saja termasuk tuannya, Angus.
Kapten Hamilton sendiri akhirnya menganggap Crusoe membahayakan. Angus pun berusaha melepaskan Crusoe di lautan lepas. Berhasilkah Angus membawa Crusoe sampai ke perbatasan laut yang dijaga oleh sepasukan tentara? (kpl/tin)







