1
Teknologi untuk Nelayan on Wed Jul 29, 2009 6:11 pm
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional menawarkan teknologi geomatika bagi pemerintah daerah untuk memetakan potensi alam di daerah pesisir. Dengan teknologi ini, nelayan semakin mudah dalam mencari ikan. Teknologi tersebut berupa alat sensor jarak jauh dan sistem informasi geografis.
"Teknologi ini mengacu pada konteks keruangan yang berfungsi untuk memanfaatkan sumber daya alam," kata Kepala Balai Penelitian Geomatik Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Fahmi Anhar, Selasa (28/7) di Semarang.
Fahmi mengatakan hal tersebut di sela-sela Seminar Geocampus Universitas Diponegoro Semarang di Hotel Patra Jasa Semarang. Seminar yang membahas optimasi pembangunan pesisir dan pulau-pulau kecil itu dihadiri perwakilan dari Balai Taman Nasional Karimunjawa, Badan Perencanaan Daerah Kota Semarang, dan PT Waindo Spectra.
Menurut Fahmi, teknologi sensor jarak jauh dapat mendeteksi keberadaan ikan di laut. Dengan demikian, nelayan tidak perlu bersusah payah mencari lokasi yang tepat untuk mencari ikan. "Cara ini lebih efektif dibandingkan memberikan subsidi solar kepada para nelayan," katanya.
Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang Johannes Hutabarat mengatakan, penggunaan teknologi ini sangat mendesak untuk daerah di pesisir utara Pulau Jawa. "Teknologi ini juga dapat memantau tanaman mangrove yang tersisa. Dengan hasil pencitraan yang didapat, akan lebih mudah menentukan lokasi penanaman dan jenis mangrove yang dapat ditanam," kata Johannes. (DEN)
DEN
"Teknologi ini mengacu pada konteks keruangan yang berfungsi untuk memanfaatkan sumber daya alam," kata Kepala Balai Penelitian Geomatik Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Fahmi Anhar, Selasa (28/7) di Semarang.
Fahmi mengatakan hal tersebut di sela-sela Seminar Geocampus Universitas Diponegoro Semarang di Hotel Patra Jasa Semarang. Seminar yang membahas optimasi pembangunan pesisir dan pulau-pulau kecil itu dihadiri perwakilan dari Balai Taman Nasional Karimunjawa, Badan Perencanaan Daerah Kota Semarang, dan PT Waindo Spectra.
Menurut Fahmi, teknologi sensor jarak jauh dapat mendeteksi keberadaan ikan di laut. Dengan demikian, nelayan tidak perlu bersusah payah mencari lokasi yang tepat untuk mencari ikan. "Cara ini lebih efektif dibandingkan memberikan subsidi solar kepada para nelayan," katanya.
Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang Johannes Hutabarat mengatakan, penggunaan teknologi ini sangat mendesak untuk daerah di pesisir utara Pulau Jawa. "Teknologi ini juga dapat memantau tanaman mangrove yang tersisa. Dengan hasil pencitraan yang didapat, akan lebih mudah menentukan lokasi penanaman dan jenis mangrove yang dapat ditanam," kata Johannes. (DEN)
DEN








