1
Jessica Cox, Wanita Pertama Menerbangkan Pesawat dengan Kaki on Fri Jan 30, 2009 3:28 pm
SEMANGAT Jessica Cox mengatasi kekurangannya patut diteladani semua orang. Gadis cantik berusia 25 tahun ini terlahir tanpa tangan, namun sejak kecil ia mendapat bimbingan orangtuanya untuk melakukan banyak hal, termasuk hidup
mandiri tanpa tergantung pada orang lain.
Hasilnya luar biasa, sarjana psikologi ini berhasil mengukir berbagai prestasi mengagumkan. Dia bukan hanya pandai menyetir mobil, juga ahli
bela diri.
Bahkan baru-baru ini Jessica berhasil meraih lisensi pilot sehingga ia menjadi wanita pertama tanpa dua tangan yang berhasil menjadi pilot pesawat terbang. Mengagumkan karena semuanya dilakukan dengan kedua kakinya.
Orang melihatnya sebagai kemalangan, cantik tetapi tidak memiliki dua tangan. Namun, Jessica tidak kehilangan semangat. Untuk mendandani dirinya, dia melakukannya sendiri dengan kedua kakinya. Misalnya memakai lipstik, eye shadow.
Dia memang terlatih mandiri sejak kecil, termasuk menulis atau mengetik di komputer dengan memanfaatkan kedua kakinya.
Sang ibu mengaku samasekali tidak merasakan kelainan saat hamil Jessica.
Dokter pun tidak mengatakan apa pun. Kedua orangtuanya luar biasa kaget ketika anaknya lahir tanpa tangan. Tidak ada yang salah dalam kehamilan saya. Dokter tidak mengatakannya. Juga tidak ada tanda-tanda anak saya akan bermasalah. Semua berjalan sempurna sampai akhirnya saya melahirkan, ungkap ibunya.
Meski terasa pedih, orangtuanya menerima apa adanya anak yang diberikan Tuhan untuk mereka. Mereka merawat Jessica dengan penuh kasih sayang dan menyertakan anaknya di berbagai kegiatan. Beruntung, Jessica tumbuh cerdas dan ceria. Oleh orangtuanya dia disekolahkan di sekolah umum sampai akhirnya menjadi sarjana psikologi.
Di luar itu dia punya seabrek kegiatan. Jessica mempunyai banyak bakat dan mampu memanfaatkannya dengan baik berkat dorongan orangtua dan orang-orang yang bersimpati padanya.
Jessica pemegang ban hitam taekwondo, dia juga pandai menari.
Kini dia menjadi penceramah dan konsultan yang memberikan motivasi. Jessica Cox bertempat tinggal di Tuscon, Arizona, AS. SIM mobil maupun izin mengemudikan pesawat telah dimilikinya.
Dia mempunyai tiga guru yang melatihnya menerbangkan pesawat udara kelas ringan, Ercoupe. Dia mengikuti kursus pesawat 3 tahun, sementara normalnya hanya 6 bulan, sampai akhirnya keluar lisensi terbang setelah memenuhi syarat 89 jam terbang.
Hasil yang didapat Jessica bisa memotivasi penyandang cacat lainnya
untuk tidak takut berlatih menerbangkan pesawat.
Lisensi Jessica diperoleh di Able Flight, perusahaan pelatihan penerbangan North Carolina yang khusus menolong orang cacat belajar terbang. Jessica mendapat kesempatan kursus di sana dengan cuma-cuma di bawah bimbingan Parrish
Traweek. -dia








