BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

Post new topic  Reply to topic

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Patung Buddha Terkecil Tingginya 8 Milimeter on Mon May 18, 2009 12:27 pm

Admin


Admin
PATUNG Buddha ini memang super mungil, tingginya delapan milimeter, panjangnya lima milimeter dan lebar empat milimeter. Karena sangat kecil, maka untuk melihat detail patung tersebut dibutuhkan kaca pembesar. Tak mengherankan jika Museum Rekor Indonesia mencatat patung Buddha karya Cipto Purnomo ini sebagai patung Buddha terkecil.


Manajer Muri, Paulus Pangka mengatakan, pihaknya pernah mencatat sejumlah rekor patung Buddha, baik yang terbuat dari korek api, batu candi dan fiber namun karya Cipto Purnomo berbeda. Selain terbuat dari emas, ukurannya luar biasa kecil. “Cipto membuat rekor baru dalam hal pembuatan patung Buddha,” ujar Paulus sembari menambahkan, rekornya tercatat dalam urutan ke 3.661.
Rekor yang berkaitan dengan patung Buddha yang pernah dicatat di Muri antara lain patung Buddha terbesar berukuran panjang 22 meter, lebar enam meter tinggi 4,5 meter di Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto. Meski patung berbentuk Sang Buddha Tidur (sleeping Buddha) karya Widodo dan Heru ini selesai dibuat 1995, namun rekornya baru dicatat pada Desember 2001. Rekor ini dipatahkan pada Juni 2008 oleh “Sleeping Buddha” dari bahan fiber dengan ukuran panjang 23 meter, tinggi 7,2 meter dan lebar 4,5 meter.
Cipto, guru SMP Muhammadiyah yang juga seniman patung di kawasan Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, mengaku mengerjakan patung super mungil itu selama satu bulan dengan biaya Rp 1 juta. Menurut Cipto, ide pembuatan dari patung Buddha yang ada di Candi Borobudur. Ia menggunakan teknik cukit, yakni teknik memahat dengan menggunakan jarum yang dibuat menjadi tatah.
Mengerjakannya pun tidak sembarang waktu mengingat pembuatannya cukup rumit dan membutuhkan konsentrasi tinggi. Ayah satu anak ini memilih waktu tengah malam, di saat keluarganya tidur. Karena menurutnya, untuk mengombinasikan antara cipta dan karsa yang memadukan perasaan dan imajinasi, dibutuhkan ketenangan pikir dan batin. Itu juga yang membuat Cipto tidak terus menerus menggarap patung tersebut.
Patung itu diserahkan Cipto kepada Pimpinan Gusbi Siswantoro Hadi untuk menambah koleksi tempat wisata penyokong Candi Borobudur yang terletak di kaki Bukit Dagi, sekitar 100 meter sebelah barat Candi Borobudur. – dia/dari berbagai sumber

View user profile http://bali.forumotion.net

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Post new topic  Reply to topic

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum