1
Pohon Natal Terkecil di Dunia Lebih Kecil daripada Lubang Jarum on Fri Jan 30, 2009 3:26 pm
PASTI semua tahu tentang betapa kecilnya lubang jarum. Tetapi, terbayangkah oleh Anda ada benda lebih kecil daripada lubang jarum? Rasanya sungguh mustahil. Namun Willard Wigan, seorang desainer benda-benda kecil, berhasil membuat pohon natal terkecil di dunia yang ukurannya lebih kecil daripada lubang jarum.
Karya Willard yang berukuran milimeter ini diberi tema “Anak Gadis dan Pohon Natal”. Menurut Willard, agar seluruh landskap tampak mengilat, dia menebarkan beberapa pecahan berlian. Pohon Natal terbuat dari nilon.
Yang tersulit dalam menyelesaikan karyanya adalah dalam hal memberi warna. Maklum, benda yang dibuat amat kecil. Untuk kuas, dia membuatnya dari bulu lalat. “Harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi kesalahan.
Untuk itu saya menggunakan mikroskop agar bisa melihat jelas,” ungkap Willard yang membuat sejumlah kreasi yang juga berukuran supermungil.
Willard yang dikenal sebagai seniman dan desainer benda-benda kecil telah menciptakan aneka karya supermungil, semuanya dengan detail yang sempurna, seperti, Patung Liberty, Elvis Presley, Putri Salju dan Tujuh Manusia Kerdil dan sebagainya.
Untuk melihat karyanya secara jelas orang harus menggunakan mikroskop. Seluruh karyanya ini, termasuk pohon terang terkecil, akan dipamerkan pada 31 Januari 2009 di Nottingham, Inggris.
Dayton, pemilik galeri yang bertanggung jawab dalam perencanaan pameran ini mengatakan, “Pada awalnya, mendengar ada karya sekecil ini saya juga tidak percaya, namun setelah melihatnya saya terkejut, saya tidak percaya mata saya, semua itu begitu sempurna!”
Berbincang tentang karyanya, Willard mengatakan, “Saya harus ekstra hati-hati terhadap penciptaan tiap karya.
Bukan berlebih-lebihan tapi saya memang harus mengontrol diri saya agar tidak merusak benda yang saya buat. Misalnya saja napas, saya harus mengontrolnya, agar embusan napas saya tidak merusak karya. Hal ini karena benda itu sangat kecil.
Sekali saja saya mengembuskan napas keras, maka terbanglah barang-barang yang ada di depan saya,” papar Willard. “Kelihatannya karya ini sederhana, padahal untuk satu benda, membutuhkan waktu pengerjaan berminggu-minggu,” tambahnya. - dia







