1
Budayawan: Masalah Kultural Jangan Dipolitisasi on Fri Sep 11, 2009 1:47 pm

Budayawan senior dari Sumatra Barat, Wisran Hadi, mengingatkan agar masalah kultural jangan sampai dipolitisasi.
"Ribut-ribut soal klaim budaya Indonesia oleh Malaysia itu bukan pekerjaan orang budaya, namun kerja orang politik," kata Wisran di Padang, Kamis.
Menurut dia, di dunia internasional biasa-biasa saja ada tindakan saling mengambil kebudayaan lain. "Orang Indonesia sekarang banyak yang pakai jas. Itu budaya Eropa, bukan budaya Indonesia," katanya, memberi contoh.
Dia menyayangkan ketika warga bangsa ini mengklaim budaya lain, namun bangsa tersebut tidak pernah ribut. "Namun ketika ada klaim budaya kita oleh bangsa lain, kita malah ribut. Itu namanya ’tajam sebelah’," katanya.
Makanya, kata Wisran, persoalan itu tidak bisa dilihat secara budaya karena menjadi masalah politik.
Dia mengungkapkan, orang Minang yang banyak merantau di Negeri Sembilan, Malaysia, di sana membuat kesenian tradisional randai Negeri Sembilan. Begitu pula dengan makanan khas rendang, di Negeri Sembilan dibuat menjadi rendang Negeri Sembilan.
Hal itu, kata Wisran, dari kacamata budaya sebagai hal yang biasa-biasa saja. "Makanya jangan melihat masalah terlalu sektoral," katanya mengingatkan.
Wisran mengingatkan pentingnya "kita" memahami makna warga serumpun atau budaya nusantara, karena antara Indonesia-Malaysia merupakan negara serumpun yang memiliki banyak kesamaan budaya.
Oleh sebab itu, Wisran menilai sangat tidak tepat apabila ada warga di Jakarta yang melakukan aksi "sweeping" terhadap warga Malaysia.
"Lebih baik energi kita pindahkan untuk menyelesaikan masalah-masalah lain, semisal membantu korban gempa, dan masalah-masalah yang dihadapi bangsa lainnya," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta juga menyesalkan adanya operasi "sweeping" terhadap warga Malaysia oleh sejumlah kelompok beberapa waktu lalu.
"Saya berharap jangan ada tindakan yang eksesif dari sebagian kita, apalagi tindakan melawan hukum seperti ’sweeping’ warga negara Malaysia. Sweeping itu bukan langkah yang terbaik," kata Presiden Yudhoyono saat membuka sidang kabinet paripurna di Jakarta, Kamis.
Menurut Presiden, operasi "sweeping" justru akan menimbulkan masalah baru karena pemerintah telah menjalankan tugasnya terhadap Malaysia dengan melakukan protes dan beberapa aksi diplomasi.
JY
Sumber : Antara







