BALI Forum & Emotion

Art, Culture dan Leisures

Logged as Anonymous. Your last visit was on

You are not connected. Please login or register

Post new topic  Reply to topic

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]

dyayu


VISUDDHA
VISUDDHA
Kelompok CHINESE STRING & BAMBOO MUSIC ENSEMBLE "ELITE" dari Tainan National University of Arts, Taiwan, Jumat (3/7) malam akan mementaskan beberapa nomor musik tradisional Taiwan yang telah digubah ulang oleh beberapa lulusan Program S-2 Etnomusikologi pada universitas itu. “Sebetulnya ada dua universitas yang sama di Taiwan, yaitu di Tainan dan di Taipei,” ujar Ted Tsung-te di Press Room, Rabu (1/7) siang. Pada universitas itu ada banyak kelompok yang menekuni berbagai jenis musik. “Di sana ada kelompok musik Jepang, juga ada gamelan Jawa,” tambah Ted. Nah, mereka yang akan pentas pada PKB kali ini adalah mereka yang menekuni musik tradisional China dan Taiwan.

Mereka akan membawakan beberapa nomor garapan baru yang sepenuhnya dijiwai oleh musik tradisional Taiwan dan menggunakan alat-alat musik tradisional Taiwan.

Pada dasarnya, musik tradisional Taiwan hanya dipentaskan pada upacara-upacara keagamaan di kuil. Mungkin juga dipakai dalam upacara perkawinan atau upacara-upacara lainnya. “Jarang sekali ada pementasan musik yang sengaja dimaksudkan sebagai tontonan,” kata Ted Tsung-te Tsai. Tapi, bersamaan dengan perubahan zaman, banyak masyarakat Taiwan yang belajar di luar seperti Eropa dan AS. Cara berpikir mereka juga berubah. Mereka banyak dipengaruhi, antara lain, oleh kesenian dan tradisi Barat. Karena itu, banyak komposer muda yang kemudian menciptakan musik-musik modern dan musik tradisi hampir dilupakan.

Bersamaan dengan itu muncul sebuah kesadaran, kenapa tiba-tiba musik tradisional Taiwan hilang? Lalu mereka melihat, kenapa Bali bisa tetap mempertahankan musik tradional mereka, baik yang dipergunakan untuk upacara maupun untuk pertunjukan? Mereka belajar dari Bali dan beberapa komposer muda pun mencoba menggali kembali musik tradisional Taiwan untuk digubah ulang agar bisa dipertunjukkan di luar kuil. “Selain melakukan pertunjukan di PKB kali ini, kami juga ingin belajar bagaimana masyarakat Bali menyikapi kondisi ini. Apakah masyarakat Bali menerima kehadiran musik-musik pertunjukan secara bersama-sama dengan musik-musik yang dikhususkan untuk upacara? Atau terpisah?” kata Ted Tsung-te Tsai.

Dalam pertunjukan ini mereka akan menampilkan beberapa nomor yang terdiri dari beberapa komposisi lama yang diarangement ulang oleh komposer muda (baru) dengan menggunakan alat-alat tradisional. Ada juga lagu-lagu tradisional yang digubah ulang. Semuanya menggunakan alat-alat musik tradisi. Mereka, antara lain membawa sitar China, rebab Taiwan, seruling, dll.

Menurut Ted Tsung-te Tsai, kesenian Taiwan memang berawal dari daratan China, sebab ratusan tahun lalu masyarakat Taiwan merupakan imigran China. Mereka pun membawa tradisi kesenian China. Tapi, bersamaan perkembangan zaman, masyarakat Taiwan mengembangkan keseniannya sendiri sehingga agak berbeda dengan yang ada di China. “Mungkin peralatan musiknya sama, tetapi dari segi teknik atau tuning-nya agak berbeda,” tutur Ted Tsung-te Tsai.

Jumat (3/7), mulai pukul 20.00 wita bertempat di Gedung Tertutup Ksirarnawa mereka akan membawakan tidak hanya musik tradisi Cina seperti Opera Kunqu, Beiguan, dan beberapa nomor musik dari Taiwan, tetapi juga karya-karya komponis masa kini yang membawakan musik tradisi dengan arangemen baru, maupun karya kolaborasi dengan bidang lain seperti kaligrafi, foto, animasi, dan seni instalasi.


Press Room PKB

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Post new topic  Reply to topic

Permissions of this forum:
You cannot reply to topics in this forum