1
Pelestarian Kesenian "Ngelawang" di Denpasar on Tue Oct 20, 2009 5:43 pm

Tradisi pementasan kesenian "Ngelawang" atau keliling desa di Kota Denpasar, Bali, kini semakin pudar, dan untuk melestarikannya kembali, pemerintah setempat akan menggelar prosesi tersebut pada 21 Oktober 2009.
"Proses pementasan kesenian ’ngelawang’ tersebut akan diikuti 10 sekaa (kelompok) kesenian yang akan menampilkan berbagai kesenian antara lain bondres dan kesenian barong," kata Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di Denpasar, Senin.
Ia mengatakan, kegiatan ini mengandung ajaran moral, tingkah laku, etika sosial, dan juga sebagai ajang informasi mengenai kesenian yang makin langka, di samping mengandung nilai yang bersifat religius.
"Dengan adanya prosesi ’ngelawang’ diharapkan masyarakat lebih kreatif lagi dalam menuangkan hasil karyanya, apalagi seniman Bali banyak memiliki ’taksu’ atau talenta yang terpendam," ucapnya.
Rai Mantra mengemukakan, melalui penuangan berwujud nyata dalam berkarya, diharapkan tradisi ’ngelawang’ yang memiliki "taksu" semakin mendapat tempat di hati masyarakat.
"Prosesi ’ngelawang’ ini bertujuan untuk mengantisipasi pudarnya kesenian tersebut. Walau disadari pesatnya pembangunan dan semakin padatnya lalu lintas menjadi salah satu hambatan untuk menampilkan kesenian ’ngelawang’," ujarnya.
Dikatakannya, prosesi kesenian ’ngelawang’ ini adalah yang ketiga kalinya diselenggarakan.
Kesepuluh kelompok kesenian tersebut akan dipencar dalam beberapa titik pementasan. Namun sebelum acara tersebut dimulai semua peserta akan melakukan persembahyangan bersama di Pura Jagatnatha.
Kemudian masing-masing kelompok kesenian itu diarahkan untuk melakukan prosesi ’ngelawang’. Di antaranya sekaa ngelawang Banjar Lebah titik ngelawangnya di Banjar (dusun) Kayumas, Sekaa Ngelawang Banjar Kangin Sidekarya melakukan pementasan di Br Gemeh.
Sedangkan sekaa ngelawang ST Werdhi Gita Sancaya titik ngelawangnya di Banjar Abian Kapas, Sekaa Ngelawang Br Geladag titik ngelawangnya di Pemecutan dan sekaa ngelawang Eka Cita pementasan kesenian itu di Banjar Balun.
"Jadi, semua kelompok tersebut pementasan keseniannya menyebar di empat kecamatan," kata Rai Mantra yang didampingi Kabag Humas Erwin Suryadarma.
Erwin Suryadarma menambahkan, pelaksanaan prosesi akan dimulai pukul 14.00 Wita. Masing-masing peserta diharapkan sudah tiba sejam sebelum pergelaran dimulai.
"Selama prosesi pementasan ’ngelawang’ berlangsung tentu beberapa ruas jalan akan terganggu, untuk itu kami mohon maklum bagi pengguna lalu lintas jalan raya," katanya. *JY
Sumber : Antara





