1
Air Danau Beratan Surut Empat Meter - Petani di Tabanan Mengeluh on Wed Aug 13, 2008 2:22 pm
Para petani di beberapa wilayah di Tabanan mengeluhkan berkurangnya debit air dan menyusutnya mata air. Banyak subak yang kesulitan mengatur air untuk anggotanya. Selain itu, terjadi penurunan ketinggian air Danau Beratan, Bedugul yang merupakan cadangan air bagi Bali hingga sekitar empat meter.
Penurunan ketinggian air Danau Beratan ini dibenarkan Ketua Badan Pengelola Objek Wisata Penataran Beratan, I Gusti Ngurah Budana Arta. Penurunan ketinggian diperkirakan empat meter dari semula. Bahkan, di sekitar pura yang semula dikelilingi air kini tampak kering dan air jauh menyusut. Namun, pihaknya membantah penurunan itu terjadi secara permanen. Penurunan ketinggian air terparah pernah terjadi sekitar tahun 1964, gingga tujuh meter.
Penurunan memang kerap terjadi setiap tahun ketika kemarau panjang seperti saat ini. Tetapi nanti setelah musim hujan, air danau akan naik kembali," terangnya. Kondisi danau akan normal sekitar bulan Oktober mendatang. Ketika curah hujan membaik, dipastikan ketinggian air danau akan normal kembali.
Kepala DKLH Tabanan I Nyoman Satiana yang dimintai konfirmasi, membenarkan adanya keluhan beberapa pekaseh di Penebel. Mereka menyampaikan jumlah mata air menurun dalam beberapa minggu belakangan. Demikian pula terjadi penurunan debit air. Penyebabnya, murni karena faktor cuaca dan kemarau panjang. Sebab, luasan hutan di Tabanan terutama di daerah Gunung Batukaru hingga kini masih utuh dan terjaga.
Ketika ditanya tentang turunnya permukaan air Danau Beratan dalam waktu lama, Satiana mengaku belum mendapatkan data tersebut. Namun dikatakannya, danau tersebut sangat besar artinya bagi ketersediaan air bukan saja di Tabanan, tetapi Bali secara umum. Ketersediaan air ini memang tergantung dari keadaan hutan dan pengaruh musim.
Anggota Komisi II DPRD Tabanan Manu Mudita menyatakan pada beberapa subak di Penebel sangat merasakan kekurangan air pada musim tanam ini. Penyebabnya, berkurangnya sumber air serta mengecilnya debit air. Dikatakan Ketua HKTI Tabanan ini, hal itu terjadi karena jarang hujan dan musim kemarau panjang kini tengah melanda. Penyebab lainnya, makin berkurangnya luasan hutan dan manajemen pemanfaatan air yang belum jelas. (kmb14)
Penurunan ketinggian air Danau Beratan ini dibenarkan Ketua Badan Pengelola Objek Wisata Penataran Beratan, I Gusti Ngurah Budana Arta. Penurunan ketinggian diperkirakan empat meter dari semula. Bahkan, di sekitar pura yang semula dikelilingi air kini tampak kering dan air jauh menyusut. Namun, pihaknya membantah penurunan itu terjadi secara permanen. Penurunan ketinggian air terparah pernah terjadi sekitar tahun 1964, gingga tujuh meter.
Penurunan memang kerap terjadi setiap tahun ketika kemarau panjang seperti saat ini. Tetapi nanti setelah musim hujan, air danau akan naik kembali," terangnya. Kondisi danau akan normal sekitar bulan Oktober mendatang. Ketika curah hujan membaik, dipastikan ketinggian air danau akan normal kembali.
Kepala DKLH Tabanan I Nyoman Satiana yang dimintai konfirmasi, membenarkan adanya keluhan beberapa pekaseh di Penebel. Mereka menyampaikan jumlah mata air menurun dalam beberapa minggu belakangan. Demikian pula terjadi penurunan debit air. Penyebabnya, murni karena faktor cuaca dan kemarau panjang. Sebab, luasan hutan di Tabanan terutama di daerah Gunung Batukaru hingga kini masih utuh dan terjaga.
Ketika ditanya tentang turunnya permukaan air Danau Beratan dalam waktu lama, Satiana mengaku belum mendapatkan data tersebut. Namun dikatakannya, danau tersebut sangat besar artinya bagi ketersediaan air bukan saja di Tabanan, tetapi Bali secara umum. Ketersediaan air ini memang tergantung dari keadaan hutan dan pengaruh musim.
Anggota Komisi II DPRD Tabanan Manu Mudita menyatakan pada beberapa subak di Penebel sangat merasakan kekurangan air pada musim tanam ini. Penyebabnya, berkurangnya sumber air serta mengecilnya debit air. Dikatakan Ketua HKTI Tabanan ini, hal itu terjadi karena jarang hujan dan musim kemarau panjang kini tengah melanda. Penyebab lainnya, makin berkurangnya luasan hutan dan manajemen pemanfaatan air yang belum jelas. (kmb14)







