1
Tingkatkan Budi Pekerti dan Disiplin on Thu Sep 18, 2008 4:58 pm
| TK Hindu Yowana Widhya Mandala Diakreditasi |
![]() Satu-satunya PAUD dan TK Hindu di Tabanan yang dinaungi Yayasan Yowana Widhya Mandala Rabu (17/9) kemarin dinilai tim akreditasi Dinas Pendidikan Propinsi Bali. Ketua tim Drs. I Made Suastawa mengaku gembira dengan perkembangan pendidikan yang baru beroperasi dua tahun tersebut. Bahkan dari beberapa TK yang sudah dikunjungi, TK Hindu dinilainya paling baik disertai dengan pengelolaan yang bagus. Beberapa saran untuk kemajuannya diberikan untuk sekolah yang berlokasi di BTN Taman Sekar, Banjar Anyar Kediri tersebut. Ketua Yayasan dr. IGNB Mahayasa,Sp.Kj didampingi pengurus yayasan lainnya mengatakan program unggulan dari sekolah Hindu tersebut adalah pengembangan kepribadian anak dengan budi pekerti. Disiplin serta kemandirian juga diterapkan langsung dalam proses belajarnya, sehingga diharapkan anak akan tumbuh dengan keunggulan watak. Selain itu, katanya, sejak kecil anak akan ditanamkan dengan nilai dan ajaran Hindu serta budaya Bali. Sebab, kata Mahayasa, penanaman ajaran Hindu seharusnya sejak dini dan terus berlanjut sesuai dengan perkembangannya. TK Hindu tersebut mengadopsi 30 persen kurikulum dari Departemen Agama dan 70 persen kurikulum pendidikan nasional. Sistem pengajarannya bersifat sinergi antara sekolah dan pendidikan di rumah. Dikatakan Mahayasa, dua kali sebulan dilakukan pertemuan dengan orang tua siswa. Tujuannya agar kedua belah pihak pengetahui persoalan yang dihadapi anak, baik di sekolah maupun di rumah. Demikian pula agar orang tua mendukung pelajaran yang diberikan di sekolah. 'Kami ingin membangun SDM Bali dengan baik, sehingga TK merupakan saat yang baik untuk memulai,' terang Mahayasa didampingi IB Manuaba dan Agung Suweca serta pengurus lainnya. Untuk tahun ajaran ini, kata Manuaba yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Tabanan ini, pihaknya memiliki 48 siswa dari berbagai lokasi. Sebagian besar, dengan pendidikan yang diberikan, mereka lebih taat dan mandiri. Anak-anak terbiasa mengucapkan salam secara Hindu, berdoa maupun menyiapkan perlengkapan yang biasa digunakan untuk sembahyang. Anak-anak yang benar-benar berasal dari keluarga miskin akan dibebaskan dari segela bentuk pembayaran. 'Ke depan kami harapkan sekolah ini terus berkembang dan kami bisa memberikan pelayanan pendidikan terbaik,' ujar Manuaba. (kmb14/*) source: BP |









